Selasa, 14 Mei 2013

Perempuan Lebih Baik dalam Ambil Keputusan

Sebuah penelitian baru menunjukkan, perusahaan yang berharap untuk membuat keputusan yang lebih baik harus mempekerjakan lebih banyak perempuan.

Penelitian dari McMaster University di Ontario mengungkapkan, kemampuan perempuan membuat keputusan yang adil menjadikan mereka pemimpin yang lebih baik. Secara khusus, penelitian ini menemukan bahwa perempuan lebih mungkin untuk mempertimbangkan hak-hak orang lain dan kooperatif dalam mengambil keputusan. Inilah yang kemudia dianggap sebagai kinerja yang baik untuk perusahaan mereka.

"Temuan kami menunjukkan bahwa memiliki perempuan sebagai pemimpin bukan hanya hal benar, tetapi juga hal yang cerdas untuk dilakukan," kata Chris Bart, seorang penulis dalam tim penelitian, juga seorang profesor manajemen strategis di McMaster University.

Penelitian, yang menyurvei lebih dari 600 direksi, mengungkapkan bahwa direksi laki-laki, yang terdiri atas 75 persen dari sampel survei, lebih memilih untuk membuat keputusan menggunakan kekuasaan, peraturan, dan cara-cara tradisional dalam menjalankan bisnis dan pergaulan. Sebagai perbandingan, direktur perempuan merasa tidak dibatasi oleh parameter itu dan mereka lebih siap memimpin perusahaan.

Penelitian ini juga menemukan bahwa pemimpin perempuan secara signifikan cenderung mengambil keputusan yang adil dan bermoral. Selain itu, perempuan cenderung sering kerjasama, berkolaborasi dan musyawarah dalam membuat keputusan yang tepat.

"Wanita tampaknya cenderung lebih ingin tahu dan melihat solusi yang lebih mungkin," kata Gregory McQueen, salah satu penulis dalam tim penelitian, dia lulusan McMaster. "Pada tingkat pemimpin, saat direktur dipaksa ambil keputusan terbaik dengan mengedepankan kepentingan semua pihak, perempuan yang lebih efektif menjadi direktur perusahaan." (businessnewsdaily)

http://intisari-online.com/read/perempuan-lebih-baik-dalam-ambil-keputusan

7 Tanda Keuangan yang Tidak Sehat

Menjaga keuangan agar tetap sehat sama halnya dengan menjaga kondisi tubuh agar tetap bugar. Salah satu cara untuk mengetahui sehat atau tidaknya kondisi tubuh adalah dengan mengenali gejala-gejala dari kondisi kesehatan tubuh yang buruk. Nah, hal yang sama juga perlu diterapkan ketika seseorang ingin mengenali kondisi keuangannya.

Itulah yang disampaikan Eko P. Pratomo dalam bukunya 50 Financial Wisdom. Menurut Eko, “Anda perlu tahu tanda-tanda adanya gejala kondisi keuangan Anda yang mulai tidak sehat atau mungkin malah sudah sakit.”

Lalu bagaimana caranya agar kita bisa mengetahui sehat atau tidaknya kondisi keuangan kita. Tentunya ada banyak sekali parameternya. Namun, menurut Eko ada tujuh gejala utama yang apabila muncul, kemungkinan besar kondisi keuangan keluarga kita tidak sehat.

1. Kita tidak dapat memenuhi kewajiban secara agama terkait dengan harta benda yang kita miliki (contohnya zakat untuk umat Islam dan perpuluhan bagi kaum Nasrani).

2. Kita kerap kesulitan atau bahkan sudah tidak bisa menabung secara rutin. Dalam kondisi ini, biasanya pengeluaran (tanpa tabungan) sama atau bahkan lebih besar dibandingkan dengan penghasilan.

3. Ketiadaannya dana darurat yang jumlah minimalnya sebesar tiga kali pengeluaran bulanan Anda. Dana cadangan adalah dana yang disiapkan untuk kondisi darurat dan, tentunya, hanya digunakan dalam kondisi darurat.

4. Jika memiliki kartu kredit, biasanya tidak mampu melunasinya setiap bulan sehingga harus mencicil, dengan bunga yang makin besar.

5. Jika memiliki utang, kita kerap mengalami kesulitan untuk melunasinya, bahkan dengan cara mencicil.

6. Memiliki saldo utang yang lebih besar dibandingkan dengan aset yang kita miliki.

7. Tidak adanya perencanaan dan persiapan finansial untuk masa depan, misalnya untuk pendidikan anak atau saat pensiun kelak.

Nah, teliti kembali apakah Anda termasuk di dalamnya?

http://intisari-online.com/read/7-tanda-keuangan-yang-tidak-sehat

Senin, 29 April 2013

Malu Minta Promosi? Begini Triknya

Apakah Anda sudah cukup lama bekerja keras mengejar target pekerjaan? Lantas atas semua jerih payah ini, Anda merasa layak dipromosikan naik jabatan. Namun Anda canggung dan sulit mendekati atasan untuk mengatakan hal ini.

Memang, menemui atasan untuk meminta promosi adalah situasi yang sangat menegangkan. Sehingga Anda perlu menempuh cara lain yaitu meyakinkan atasan bahwa Anda sudah siap dipromosikan. Berikut adalah beberapa cara untuk menunjukan kepada atasan bahwa Anda siap promosi.

Asah keterampilan Anda.

Jika Anda siap dipromosi, maka Anda pun siap menanggung tanggung jawab dan tantangan yang lebih besar. Untuk bisa menghadapi tantangan itu, Anda harus memiliki keterampilan. Salah satu cara terbaik untuk menunjukan bahwa Anda siap promosi adalah dengan mengasah kompetensi Anda. Caranya, dengan menghadiri lokakarya, seminar, dan kursus.

Inovatif.

Dalam iklim bisnis saat ini, organisasi membutuhkan orang yang tidak hanya dapat melakukan tanggung jawabnya dengan baik, tetapi juga memberikan keuntungan bagi perusahaan. Sehingga, Anda harus bisa menerapkan think out of the box. Anda mesti mencari tantangan baru dan menemukan kesempatan baru untuk mengembangkan perusahaan.

Menjadi tim yang bisa diandalkan.

Anda harus menjadi karyawan yang produktif, proaktif dan bisa memecahkan masalah dengan baik. Sebab, atasan akan menaruh perhatian khusus kepada karyawan yang dapat mengatasi masalah dengan baik. Dengan kata lain, atasan akan bergantung kepada Anda ketika muncul masalah yang sulit ditangani.

Maka, jadilah karyawan yang aktif! Cara Anda menyelesaikan dan mengatasi pekerjaan membuat Anda berbeda dari karyawan lain. Jadi, jangan meninggalkan kesan buruk dengan melakukan pekerjaan yang buruk.

Minta kepada atasan untuk jadi mentor.

Ini adalah cara termudah untuk menarik perhatian atasan. Dan cara ini juga yang bisa menunjukan kepada atasan bahwa Anda tertarik untuk belajar.

Selama masa mentoring, Anda berkesempatan bekerja sama dengan atasan. Anda pun bisa menunjukan keahlian Anda kepada atasan. Dengan meninggalkan kesan yang baik, Anda bisa memiliki kesempatan untuk promosi.

Menjadi orang yang bisa diandalkan tim.

Anda perlu menjadi orang yang diandalkan oleh tim. Sehingga ketika tim mendapat masalah, mereka akan meminta bantuan Anda. Melalui hal ini, atasan Anda bisa melihat dan yakin bahwa Anda dapat bertanggung jawab atas masalah yang lebih besar. (BusinessNewsDaily)

http://intisari-online.com/read/malu-minta-promosi-begini-triknya

Setelah 2 Tahun, 70% Pekerja Pindah Perusahaan

Menurut penelitian yang dilakukan Experience.com, 70% pekerja di seluruh dunia meninggalkan pekerjaan pertamanya dalam kurun waktu dua tahun semenjak mereka bergabung dengan perusahaan pertama tersebut. Sedangkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Pew Research ditemukan enam dari 10 penduduk dunia yang berusia 20-an tahun mengubah kariernya minimal satu kali.

Bahkan berdasarkan temuan Jon Sargent, ekonom dari Biro Data Statistik Departemen Tenaga Kerja AS, sebelum berusia 32 tahun, seseorang biasanya pernah berganti pekerjaan sebanyak delapan kali.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan penelitian yang dilakukan AON Hewitt, pada tahun 2011, sebanyak 16,11% dari seluruh karyawan di Indonesia beralih profesi. Jumlahnya masih lebih rendah dengan rata-rata dunia, yaitu 19,1%. Padahal dalam penelitian yang dilakukan oleh Watson Wyatt, konsultan sumber daya manusia, diketahui bahwa karyawan di Indonesia cenderung memiliki sifat mendua.

Penelitian yang bertema WorkIndonesia 2004/2005 ini menunjukkan bahwa meski hampir 85% karyawan merasa bangga dengan perusahaan tempat dia bekerja dan 80% karyawan merasa yakin akan keberhasilan perusahaannya di masa mendatang, ternyata hanya 35 % dari seluruh karyawan yang diteliti bersedia bertahan di perusahaan tersebut.

Angka tersebut bisa dibilang rendah apabila dibandingkan dengan tingkat loyalitas karyawan di Asia Pasifik yang mencapai angka 57%. Kondisi inilah yang mendukung karyawan di Indonesia untuk menjadi kutu loncat.

Apa itu kutu loncat? Sila simak dalam artikel selanjutnya.

http://intisari-online.com/read/setelah-2-tahun-70-pekerja-pindah-perusahaan-

4 Cara Bahagiakan Pelanggan

Jika Anda seorang pengusaha, bagaimana cara Anda memperlakukan pelanggan? Apakah Anda ramah terhadap mereka? Apakah Anda pernah memberi penghargaan untuk pelanggan? Atau Anda justru acuh tak acuh terhadap mereka?

Berhati-hati lah! Sesungguhnya, keberhasilan bisnis Anda tergantung pada cara Anda memperlakukan pelanggan. Membina hubungan dengan pelanggan adalah hal penting bagi perkembangan bisnis Anda, demikian saran Josh Golden, CEO sebuah perusahaan konsultan digital Table XI.

"Setelah 11 tahun berkecimpung di bisnis konsultasi teknologi, saya telah belajar bahwa ada dua hal yang tidak akan pernah dilupakan pelanggan, yaitu kemampuan Anda untuk memenuhi kebutuhan mereka dan cara Anda memperlakukan mereka," kata Golden.

Menurut Golden, ketika perusahaan-perusahaan sudah berkembang, mereka sering kehilangan kontak dengan para klien. Saat perusahaan baru berdiri, para pemilik perusahaan tahu kebutuhan setiap klien, namun karena bisnis semakin berkembang, mereka melepaskan tanggung jawab itu dan menyerahkannya kepada orang lain.

"(Ketika pertama kali perusahaan berdiri) saya memiliki semua informasi yang saya butuhkan tentang para pelanggan untuk mengantisipasi masalah yang terjadi pada mereka," kata Golden. "Sekarang, saya masih mengambil peran aktif membangun hubungan dengan pelanggan," imbuhnya.

Untuk menjaga hubungan dan membahagiakan para pelanggan, Golden memberikan empat saran. Berikut pemaparannya.

1. Delegasi.
Pemilik perusahaan perlu mendelegasikan beberapa tanggung jawab, yang terkait komunikasi dengan para pelanggan, kepada orang lain di perusahaan mereka. Pemilik perusahaan tidak bisa mengembangkan perusahaan mereka jika harus menanggapi 200 email per hari dari klien. Tetapi pada saat yang sama, perusahaan tidak bisa tumbuh jika kebutuhan pelanggan mereka diabaikan. Oleh karena itu, perusahaan perlu mempekerjakan seseorang untuk mengelola kebutuhan klien setiap hari.

2. Beri kejutan yang menyenangkan.
Untuk membina hubungan baik dengan pelanggan, Anda mewakili perusahaan bisa memberikan tiket nonton film gratis. Anda bisa memberikan kejutan kepada para pelanggan untuk menyenangkan mereka.

3. Menghubungi pelanggan.
Setiap tiga bulan sekali, Anda bisa menghubungi beberapa pelanggan untuk bertanya mengenai pelayanan perusahaan. Atau, Anda bisa menghubungi mereka untuk memastikan apakah kebutuhan mereka sudah terpenuhi.

4. Penghargaan untuk pelanggan.
Anda bisa menggelar workshop gratis. Di dalam workshop itu Anda bisa menyelipkan acara pemberian penghargaan kepada pelanggan setia. Penghargaan untuk klien sangat penting, sebab hal ini membuat mereka merasa dihargai. (BusinessNewsDaily)

Selamat menjalankan empat langkah demi memikat pelanggan.

http://intisari-online.com/read/4-cara-bahagiakan-pelanggan

Atasi Bosan dalam Pekerjaan

Didalam kegiatan bekerja, kita sering mengalami kebosanan. Alhasil, beberapa pekerjaan yang kita lakukan tidak dapat selesai tepat waktu. Untuk mengatasi kebosanan, hal-hal berikut bisa Anda coba untuk mengatasinya.

1. Bukalah sepatu dan gantilah dengan sandal.

Seharian di depan komputer biasanya mengakibatkan kaki berkeringat. Rasa tak nyaman plus kaki yang pegal karena terkungkung oleh sepatu membuat aktivitas sedikit terganggu.

2. Buka ponsel atau main game.

Rutinitas pekerjaan yang memakan waktu lama dapat mengakibatkan rasa bosan berkepanjangan. Ambil ponsel dan mainkan game favorit. Hanya saja, jika aktivitas itu tidak diperbolehkan, cobalah mencari waktu yang pas.

3. Cari suasana baru dengan mengatur meja.

Tak jarang pekerjaan yang menumpuk membuat meja kerja berantakan. Suasana itu malah bikin rasa bosan semakin memuncak. Cobalah untuk mengatur dan menata ulang meja kerja dan barang-barang Anda. Dengan begitu Anda tidak bosan dan lebih nyaman pada kubikel sendiri.

4. Bergerak.

Cara ini yang paling ampuh dalam mengatasi kebosanan dalam bekerja. Cobalah Anda berjalan-jalan ke sekeliling ruangan kantor. Bila perlu berjalan-jalan keluar ruangan agar pikiran dan badan lebih segar kembali.

Itulah cara sederhana yang dapat Anda lakukan. Semoga Anda kembali bekerja dengan pikiran dan badan segar.

http://intisari-online.com/read/atasi-bosan-dalam-pekerjaan

Rabu, 24 April 2013

4 Langkah Dapat Pekerjaan

Terkadang, mahasiswa yang baru lulus kuliah sulit memperoleh pekerjaan. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Menurut seorang pakar, keberhasilan seseorang dalam memperoleh pekerjaan bisa tergantung pada keterampilannya dalam memperluas jaringan.

Meski tampak sulit, namun sesungguhnya membangun jaringan di era jejaring sosial adalah hal mudah, demikian menurut Michael Brown, seorang konsultan karier dan penulis buku Fresh PASSION: Get a Brand or Die a Generic (Greenleaf Book Group Press, 2013).

Berikut cara meningkatkan jaringan yang ditawarkan oleh Brown.

1. Dimulai lewat akun jejaring sosial kita.

Kini, banyak jejaring sosial yang bisa diandalkan seperti LinkedIn. Melalui LinkedIn, kita bisa mengenal banyak orang. Selain itu, banyak informasi yang tersedia di LinkedIn dan sangat berguna bagi kita yang sedang butuh pekerjaan.

2. Selalu berpikir untuk memperluas jaringan.

Kita harus fokus pada pertumbuhan jaringan. Setiap hari, ketika berkenalan dengan orang baru, kita perlu meminta kartu nama. Kemudian, kita bisa mencari nama mereka di jejaring sosial, lantas menjalin pertemanan. Barangkali, orang yang baru kita kenal bisa membantu mencarikan pekerjaan.

3. Perbanyak jumlah teman.

Jangan terlalu selektif ketika hendak berteman dengan orang lain. Barangkali, suatu saat, kita butuh informasi penting terkait lowongan pekerjaan atau perkembangan karier.

4. Berani minta bantuan.

Kita tidak perlu takut minta dikenalkan dengan orang lain yang berpontensi memberikan pekerjaan. Kita harus berani. Orang lain mungkin akan senang ketika dimintai bantuan. (BusinessNewsDaily)

http://intisari-online.com/read/4-langkah-dapat-pekerjaan