Sabtu, 06 April 2013

Bawahan Sering Meragukan Kemampuan Atasannya

Sebuah penelitian terbaru menemukan banyak pekerja yang ragu pada kemampuan pemimpin perusahaan tempat mereka bekerja, terutama untuk membuat pekerjaan berjalan lancar, mengarahkan tanggung jawab dan menginspirasi pengambilan risiko. Selain itu, lebih dari 40 persen percaya bahwa justru individu karyawan, bukan atasan, yang memiliki dampak paling besar pada budaya perusahaan.

Penelitian yang dilakukan oleh firma konsultasi Root Inc. mengungkapkan bahwa kurang dari 40 persen pekerja merasa manager mereka membangun hubungan kerja yang efektif dengan mereka. Hanya 26 persen yang menyatakan manajer mereka mewujudkan nilai yang sama dengan apa yang mereka harapkan.

Pengawas juga dianggap tidak memberikan motivasi dengan sangat baik pada para karyawan yang bekerja pada mereka. Lebih dari dua pertiga karyawan yang disurvei merasa pemimpin perusahaan mereka lebih baik dalam pekerjaan mereka sendiri dibandingkan menginspirasi karyawannya agar menjadi lebih baik.

Dalam penelitian ini juga terungkap adanya hubungan yang tegang antara karyawan dan atasannya mengakibatkan rendahnya keyakinan pada sebagian besar karyawan terhadap atasannya.

Kurang dari seperempat karyawan tersebut merasa manajemen di tingkat atas benar-benar memiliki ketertarikan pada isi hati sebagian besar karyawannya. Sementara itu, kurang dari setengahnya berpikir bahwa para eksekutif ini berkomitmen pada visi perusahaan.

“Menghubungkan setiap orang dengan strategi perusahaan, dapat menciptakaan budaya yang baik yang dapat mendukung perilaku dan proses yang sejalan dengan strategi tersebut,” ujar Rich Berens, presiden Root Inc.

Untungnya, menurut Berens,“Meski tidak mudah untuk mengubah perubahan budaya dan cara berkomunikasi yang berbeda, semuanya masih mungkin untuk dilakukan. Selain itu, setiap perubahan yang dilakukan secara bertahap tetap dapat memberikan hasil yang signifikan.” (BusinessNewsDaily)

http://intisari-online.com/read/bawahan-sering-meragukan-kemampuan-atasannya

Kamis, 28 Maret 2013

Tips Motivasi Karyawan Milenial

Kaum milenial, yang lahir setelah tahun 1980, dikenal memiliki pendidikan yang lebih baik serta berbeda secara budaya dibandingkan generasi sebelum mereka. Mereka juga dikenal sebagai “kutu loncat” serta tidak menyukai birokarasi dan tidak percaya dengan hierarki tradisional.

Melihat kondisi seperti itu, tentu terlintas sulitnya menjadi pimpinan mereka. Padahal ada cara-cara yang kadang terlihat mengejutkan untuk memotivasi para karyawan dari generasi millenial.

Jelaskan visi perusahaan.

Karyawan millennial suka mencari makna dan dampak dari pekerjaan mereka dan tidak puas hanya “memukuli” jam. Bantu mereka memahami peran mereka dalam rencana kerja yang lebih luas akan membantu mereka memperjelas tujuan yang lebih jelas.

Prioritaskan layanan masyarakat.

Sebuah studi komprehensif yang dilakukan Pew Research Center pada 2012 menemukan, kaum milenial menempatkan “membantu orang lain yang membutuhkan” sebagai prioritas mereka (21%) dibandingkan memperoleh gaji yang tinggi (15%). Untuk itu, berikanlah mereka peluang untuk menyalurkan hasrat tersebut melalui program perusahaan.

Mengembangkan karier.

Dibandingkan generasi Baby Boomer dan Gen X, generasi millennial cenderung lebih mengutamakan pengembangan karier mereka dan kurang bersedia untuk menunggu tiga hingga lima tahun untuk suatu promosi.

Dengan mengembangkan tangga-tangga jabatan, manajer dapat menemukan hasrat mereka untuk kemajuan karier. Hal ini juga menyediakan pelatihan dan pengembangan tambahan dapat membantu memberi mereka peluang karier yang lebih besar.

Berikan dukungan dan umpan balik secara reguler.

Generasi ini merespon dengan baik dukungan dan umpan balik yang diberikan segera. Mereka perlu tahu bahwa mereka dilihat. Kabar baiknya, cara untuk memenuhinya gratis. Ucapan sederhana seperti “terimakasih,” “selamat,” atau bersikap jujur akan memberikan perubahan yang positif agar mereka bekerja lebih baik

Berikan fleksibilatas lebih.

Keseimbangan antara hidup dan bekerja menjadi satu pendorong yang signifikan untuk mempertahankan kaum milenial. Generasi ini sudah terbiasa dengan teknologi canggih untuk dapat bekerja kapan pun dan di mana pun melalui koneksi internet. Menurut penelitian Griffith Insurance Education Foundation, kaum ini mau berkorban agar dapat berlibur serta memiliki kemampuan untuk bekerja di luar kantor. Untuk itu, tidak ada salahnya memberikan mereka fleksibilitas dalam bekerja.

Berikan pendidikan dan pengembangan profesional.

Memberikan mereka hamparan proyek, bawakan mereka pembicara, atau kirim mereka ke konferensi kepemimpinan akan membantu para karyawan milenial belajar dan mengembangkan keterampilan mereka.

Beri mereka waktu untuk proyek pribadi.

Dalam waktu yang reguler, berikan mereka waktu untuk bekerja pada bidang apa pun yang dia suka. Perusahaan yang sangat maju seperti 3M dan Google pernah sukses menawarkan pekerja mereka untuk bekerja pada proyek yang mereka pilih, membantu mereka merasa lebih terlibat, dan juga meningkatkan inovasi di perusahaan. (Forbes)

http://intisari-online.com/read/tips-motivasi-karyawan-milenial-1

Sabtu, 09 Februari 2013

Sinyal Ponsel untuk Membuat Peta Curah Hujan

Jumlah pengguna ponsel terus bertambah, namun tidak begitu dengan alat pendeteksi hujan. Nah, hal itulah yang dimanfaatkan oleh sebuah tim di Belanda. Mereka mencoba membuat sebuah peta curah hujan dengan memanfaatkan sinyal seluler yang dipancarkan dari satu tower ke tower yang lain.

Teknik yang digunakan ini didasarkan pada suatu temuan bahwa sinyal seluler akan melemah saat hujan datang dan kembali menguat saat hari cerah. Dengan menggunakan data yang disediakan oleh operator lokal, Aart Overeem dari Royal Netherlands Meteorological Institute dan timnya datang dengan suatu algoritma untuk mengukur perbedaan antara sinyal kuat yang diharapkan dan sinyal lemah yang diterima ketika hujan mengganggu.

Para peneliti menyatakan teknik mereka dapat berguna untuk meningkatkan “ramalan” banjir dan menyediakan pengawasan curah hujan yang real-time untuk negara miskin dimana perlengkapan meteorologikal konvensional sangat jarang, namun ponsel sudah sangat biasa.

Teknik ini bergantung pada keberadaan tower-tower seluler untuk merekam kekuatan sinyal dari transmisi microwave yang diterima dari tower terdekat, yang biasanya berjarak sekitar 3 kilometer saru sama lain. Sinyal akan ditransmisikan pada suatu kekuatan konstan, dan harus jatuh dalam suatu cara yang dapat diprediksi dengan jarak, ketika hari tidak hujan.

Ada sekitar 8000 microwave yang terhubung di Belanda, dan tim telah diberi akses untuk mendata sekitar 2400 diantaranya, dengan sinyal kuat yang terekam setiap 15 menit, cukup untuk mendapatkan gambaran curah hujan yang melintas di seluruh negara. Sebaliknya, institut meterologihanya memiliki 32 pembacaan hujan yang dapat membaca setiap sepuluh menit.

Tim memetakan curah hujan antara Juni hingga September 2011 dan menemukan pembacaan yang berasal dari data seluler cenderung untuk sama dengan yang dihasilkan oleh kombinasi dua alat tradiosional, yaitu pengukur hujan dan radar.

Dengan fakta bahwa keberadaan tower di suatu wilayah mencakup sekitar kisaran 90% wilayah tersebut, maka diharapkan teknologi ini akan mudah diterapkan. Bagaimana dengan Jakarta? (NewScientist)

http://intisari-online.com/read/sinyal-ponsel-untuk-membuat-peta-curah-hujan

Kamis, 07 Februari 2013

Cintailah Pasanganmu Sebelum Ditinggalkan

Cintai pasanganmu sebelum salah satu dari mereka pergi meninggalkanmu. Seperti kisah berikut ini.

Mawar merah adalah kecintaannya. Bukan sebuah kebetulan kalau namanya juga Mawar. Mawar Sekar Arum, begitu nama yang disembahkan kepada putri yang didamba orangtuanya. Setiap tahun suaminya selalu mengirimkan mawar-mawar merah di hari ulang tahun pernikahan mereka dan di hari Valentine. Seutas pita indah menyatukan mawar-mawar itu.

Mawar-mawar itu datang ketika suaminya sudah berangkat kerja. Bersama mawar-mawar itu, tertulis seuntai kalimat romantis. "Aku mencintaimu lebih lagi tahun ini, ... Kasihku selalu bertumbuh untukmu seturut waktu yang berlalu ..." Lalu Mawar memotong batang mawar-mawar itu dan menempatkan semuanya dalam satu vas bunga yang sangat indah. Dan meletakkan vas cantik itu disebelah potret suaminya tercinta. Kemudian dia akan betah duduk berjam-jam dikursi kesayangan suaminya sambil memandangi potret suaminya dan bunga-bunga mawar itu.

Sampai akhirnya sang suami meninggal. Mawar mencoba menata kembali hari-harinya tanpa ada sang suami di sisinya. Ia pun sudah mempersiapkan diri untuk tidak menerima lagi seikat mawar merah. Sampai suatu hari, saat Valentine pintu rumahnya diketuk. Seorang pengantar bunga mengirim seikat mawar dengan kartu tersertakan. "Be My Valentine like all the years before".

Mawar terkejut dan segera ia menelepon toko pengirim bunga itu. Ditanyakannya kenapa ada seseorang yang begitu kejam melakukan semua itu padanya, membuat dia teringat kepada suaminya. "Ini sangat menyakitkan," katanya terisak.

Lalu pemilik toko itu menjawabnya, "Saya tahu kalau suami Nyonya telah meninggal lebih dari setahun yang lalu. Saya tahu Anda akan menelepon dan ingin tahu mengapa semua ini terjadi Begini Nyonya, bunga yang Anda terima hari ini sudah dibayar di muka oleh suami Anda. Suami Anda selalu merencanakannya dulu dan rencana itu tidak akan berubah. Ada standing order di berkas saya, dan dia telah membayar semua. Maka Anda akan menerima bunga-bunga itu setiap tahun.

"Ada lagi yang harus Anda ketahui. Dia menulis surat spesial untuk Anda. Ia menulisnya bertahun-tahun yang lalu dan harus saya kirimkan kepada Anda satu tahun kemudian jika dia tidak muncul lagi di sini memesan bunga mawar untuk Anda. Lalu, tahun kemarin, saya tidak temukan dia di sini, maka surat itu harus saya kirimkan setahun lagi yaitu tahun ini. Surat yang ada bersama dengan bunga itu sekarang, bersama dengan Nyonya saat ini."

Mawar terdiam sesaat, untuk kemudian dia mengucapkan terima kasih dan menutup telepon. Segera ia menuju ke buket bunga mawar itu. Air matanya terus menetes. Dengan tangan gemetar diambilnya surat itu. Di dalam surat itu dilihatnya tulisan tangan suaminya.

Dear kekasihku, ... Aku tahu ini sudah setahun semenjak aku pergi. Aku harap tidak sulit bagimu untuk menghadapi semua ini. Kau tahu, semua cinta yang pernah kita jalani membuat segalanya indah bagiku, Kau adalah istri yang sempurna bagiku. Kau juga adalah seorang teman dan kekasihku yang memberikan semua kebutuhanku.

Aku tahu ini baru setahun, ... Tapi tolong jangan bersedih. Aku ingin kau selalu bahagia, walaupun saat kau hapus air matamu. Itulah mengapa mawar-mawar itu akan selalu dikirimkan kepadamu. Ketika kau terima mawar itu, ingatlah semua kebahagiaan kita, dan betapa kita begitu diberkati.

Aku selalu mengasihimu, dan aku tahu akan selalu mengasihimu Tapi, istriku, kau harus tetap berjalan. Kau punya kehidupan. Cobalah untuk mencari kebahagiaan untuk dirimu. Aku tahu tidak akan mudah tapi pasti ada jalan. Bunga mawar itu akan selalu datang setiap tahun, dan hanya akan berhenti ketika pintu rumahmu tidak ada yang menjawab dan pengantar bunga berhenti mengetuk pintu rumahmu. Namun dia akan datang lima kali hari itu, takut kalau engkau sedang pergi. Akan tetapi jika pada kedatangannya yang terakhir dia tetap tidak menemukanmu Dia akan meletakkan bunga itu ke tempat yang kusuruh, meletakkan bunga-bunga mawar itu ditempat kita berdua bersama lagi untuk selamanya.

http://intisari-online.com/read/cintailah-pasanganmu-sebelum-ditinggalkan

Kamis, 24 Januari 2013

Jadilah Terang Atas Kegelapan

Seorang murid terisak di depan Gurunya.

"Guru, aku rapuh, hidupku tak berguna. Laksana daki aku hanya mengotori. Laksana pohon, batang dan dahanku merapuh mati. Aku ingin bunuh diri!"

Sang Guru diam duduk bersila menikmati segelas kopi tubruk nan nikmat di sebuah ruangan yang temaram. Tak seberapa lama ia bangkit mengambil akuarium kecil di sudut ruangan yang berisi dua ekor ikan. Satu ekor berwarna keemasan dan seekor ikan putih yang terlihat biasa karena ikan tersebut memang ikan yang biasa hidup di persawahan.

Lalu dituangkan beberapa tetes tinta hitam kedalamnya. Air berubah warna menjadi pekat dan hitam. Ikan kecil itu perlahan mulai terlihat kebingungan. Bahkan ikan yang keemasan terlihat sempoyongan. Berjalan kehilangan arah. Menggelepar kehabisan oksigen. Hingga akhirnya pingsan.

"Muridku, hati dan pikiranmu adalah laksana ikan dalam air hitam ini. Gelap, pengap, sempit, menyesakan. Ketika dalam gelap dunia terasa sejengkal lebarnya. Ketika dalam pengap serasa hidup tak berdaya, tanpa pilihan. Ketika pikiran sempit, hati kita tumpul. Jiwa kita merapuh."

Dengan perlahan Sang Guru mengambil teko besar berisi air putih jernih. Dituangkannya ke dalam akuarium yang berwarna hitam itu. Pelan tapi pasti warna hitam air tersebut terus memudar. Air terus dituang bahkan hingga air meluap dari akuarium. Terus dituang hingga air di dalam akuarium menjadi kembali jernih dan bening. Menyisakan ikan putih yang kembali segar berenang dengan riangnya.

"Muridku, penuhi jiwa dan hatimu dengan kebaikan dan limpahilah dengan syukur. Lupakan segala kesulitan, kemalangan, kegelapan yang ada. Syukurilah kemudahan yang ada. Fokuslah pada kelapangan, bukan pada kesempitan. Hitunglah keberuntungan dan lupakanlah kemalangan. Limpahkanlah perasaan syukurmu dengan menebar kebaikan ke sekitarmu. Penuhi hatimu dengan perasaan syukur maka perlahan hatimu terpenuhi syukur.

Murid bertanya, "Guru, aku sulit merasakan syukur."

Sang Guru menjawab, "Cukup perbanyak berbuat kebaikan maka hatimu akan belajar bersyukur."

"Guru, aku lemah dan tidak bisa bersabar."

Sang Guru menjawab, "Jadilah ikan sawah yang diasah oleh kesulitan hidup dan menjadikan setiap kesulitan hidup adalah bagian dari proses menuju keberhasilan."

"Guru, aku masih dalam kegelapan."

Sang Guru menjawab, "Jadilah cahaya! Sekecil apa pun, jadilah cahaya bagi sekitarmu. Tebarkanlah kebaikan, maka perlahan kegelapanmu akan sirna, karena kamu sudah menjadi cahaya."

Jadilah cahaya terang di-tengah kegelapan.

http://intisari-online.com/read/jadilah-terang-atas-kegelapan

Rabu, 23 Januari 2013

Kepuasan dan Penderitaan

“Mengapa orang tidak bahagia? Karena mereka mendapatkan kepuasan yang janggal dari penderitaan mereka,” kata Sang Guru.

Ia menceritakan bagaimana ketika suatu kali ia berada di tempat tidur bagian atas di sebuah kereta api, pada suatu malam. Ia tidak bisa tidur, karena dari tempat tidur bawah seorang wanita terus-menerus mengeluh, “Oh, betapa hausnya saya…. Aduh, betapa hausnya saya.”

Terus-menerus suara keluhan itu terdengar. Akhirnya, Sang Guru turun ke bawah, berjalan melalui gang sepanjang kereta api, mengisi dua cangkir besar dengan air, membawanya, dan memberikannya kepada wanita malang itu.

“Bu, ini ada air.”

“Oh, baik sekali Anda. Terima kasih.”

Sang Guru kembali ke tempat tidur. Ia menyamankan badannya dan ketika hampir pulas dari bawah terdengar lagi suara keluhan, “Oh, betapa hausnya saya tadi…. Aduh, betapa hausnya tadi.” (Berbasa-basi Sejenak)

http://intisari-online.com/read/kepuasan-dan-penderitaan

Selasa, 15 Januari 2013

Lakukan dengan Cara Yang Berbeda

Beberapa ekor lalat tampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Tiba-tiba anak pemilik rumah keluar tanpa menutup kembali pintu rumah. Lalu tampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.

"Saya bosan dengan sampah-sampah itu. Kini saatnya menikmati makanan segar," katanya. Setelah kenyang si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk. Namun ternyata pintu kaca itu telah tertutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan - kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.

Si lalat pun terbang di sekitar kaca. Sesekali melompat dan menerjang kaca itu. Dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap menggelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak balik. Demikian terus dan terus berulang-ulang.

Hari makin petang dan si lalat itu tampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya lalat itu tergeletak lemas terkapar di lantai. Tidak jauh dari tempat itu serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makanan. Ketika menjumpai lalat yang tidak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Mereka pun beramai-ramai membawa bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua. "Ada apa dengan lalat ini Pak? Mengapa dia sekarat?"

"Oh itu sering terjadi. Ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha. Dia sungguh-sungguh telah berjuang keras, berusaha keluar dari pintu kaca itu. Akan tetapi ketika tidak menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan. Akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita."

Semut kecil itu masih penasaran dan bertanya lagi. "Aku masih tidak mengerti. Bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?"

Masih sambil berjalan dan membawa bangkai lalat, semut tua itu menjawab. "Memang, lalat itu tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali. Hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama."

Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya. Namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius. "Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama namun mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini.

"Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda." (Patut Anda Ketahui)

http://intisari-online.com/read/lakukan-dengan-cara-yang-berbeda