Rabu, 24 April 2013

7 Prinsip Orang Sukses

Perpustakaan diisi dengan buku-buku tentang bagaimana cara mendapatkan kesuksesan hidup, pekerjaan dan bisnis. Tetapi, kadang, ada cara yang lebih sederhana.

Daniel C Steenerson, pendiri San Diego -Disability Insurance Services, mengungkapkan ada tujuh kata yang memjadi prinsip orang sukses. Apa saja tujuh kata itu? Berikut pemaparannya.

1. Bekerja keras

Bangun lebih pagi adalah awal yang baik untuk mencapai kesuksesan. Di dalam setiap bagian kehidupan, kita pun harus bekerja keras. Peluang dan pintu menuju sukses akan terbuka ketika kita bekerja keras.

2. Disiplin

Saat bangun pagi, apakah kita selalu memikirkan rencana, target, dan cara-cara untuk mencapainya setiap hari? Jika tidak, kita tidak usah berharap bahwa karier kita bisa sukses.

3. Implementasi

Setiap hari, kita bisa bermimpi, berencana, dan menetapkan tujuan untuk diri sendiri. Tetapi, jika tidak melakukan tindakan nyata untuk bisa mencapai cita-cita, kita hanya membuang-buang waktu. Implementasi adalah langkah untuk mengubah rencana menjadi kenyataan.

4. Menyederhanakan

Kita perlu menyederhanakan proses pencapaian target agar bisa memperoleh hasil yang banyak di dalam waktu yang singkat. Hal ini juga membantu agar lebih mudah berbagi pengetahuan dengan rekan kerja. Sehingga, kita juga bisa lebih mudah mengajak tim atau rekan kerja untuk bekerja sama.

5. Ketidaknyamanan

Untuk mencapai kesuksesan, kita harus bersedia bekerja di dalam keadaan yang tidak nyaman. Hal ini berarti bahwa kita harus siap lembur agar target yang sudah direncanakan dapat tercapai. Jika ingin suskes di masa depan, kita harus bersedia mengorbankan kehidupan yang nyaman.

6. Belajar

Mengambil kursus untuk mendapatkan sertifikasi serta memperluas pengetahuan tentang bidang pekerjaan yang sedang ditekuni adalah cara yang luar biasa untuk mencapai kesuksesan karier kita. Selain itu, bacalah buku untuk memperluas wawasan!

7. Hubungan

Disamping harus menjalin hubungan yang baik dengan kilen, kita pun wajib menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja, manajer, dan setiap orang yang ada di kantor. Kita perlu membantu tim untuk bisa mencapai target yang telah disepakati. (BusinessNewsDaily)

http://intisari-online.com/read/7-prinsip-orang-sukses

Ini Harus Dilakukan Para Pemimpin

Untuk mencapai keberhasilan, sebuah perusahaan harus "melek" terhadap perubahan zaman. Namun perubahan hanya dapat dilakukan oleh para pemimpin perusahaan yang bersedia mengubah dirinya sendiri terlebih dulu, demikian menurut Barbara Trautlein, penulis buku Change Intelligence: Use the Power of CQ to Lead Change that Sticks (Greenleaf Book Group Press, 2013).

Kata Trautlein, "Kepemimpinan adalah kunci sukses sebuah perusahaan." Ia menambahkan, "Hal ini mungkin untuk mencapai kesuksesan dan perubahan, jika dipimpin secara efektif."

Agar perusahaan mampu mencapai keberhasilan, Trautlein menawarkan beberapa cara kepada para pemimpin perusahaan untuk menjadi pemimpin yang lebih baik. Berikut pemaparannya.

1. Ubah peran Anda

Pertahanan di dalam sebuah perusahaan bagaikan sistem kekebalan di dalam tubuh manusia, yang melindungi dari serangan bahaya. Sama seperti nyeri di dalam tubuh yang menjadi gejala adanya penyakit, hambatan, baik yang datang dari dalam maupun luar perusahaan, adalah sebuah tanda yang harus diperhatikan oleh manajer. Hambatan yang ada bukan untuk dibasmi, namun untuk dikendalikan. Agar mampu menjadi pemimpin yang efektif, Anda perlu melihat hambatan sebagai sekutu, bukan musuh.

2. Ubah sikap Anda

Daripada Anda merasa sedang bersaing dengan orang lain, lebih baik Anda memikirkan bahwa Anda sedang bekerja sama dengan orang lain untuk memecahkan masalah. Ubahlah diri Anda mulai dari perasaan dan sikap terhadap orang lain dalam bekerja.

3. Mengubah cara pandang Anda

Anda perlu mengubah cara pandang Anda dalam mengambil keputusan. Sebelum mengambil keputusan, Anda perlu berpikir dari "kacamata" karyawan terlebih dulu. Misalnya, Anda ikut merasakan tekanan yang dirasakan karyawan.

Sebagai pemimpin, Anda perlu melakukan pendekatan kepada karyawan, sehingga Anda mengetahui kebutuhan mereka. Selain itu, Anda perlu mengubah gaya Anda dalam memperlakukan karyawan.

4. Ubah strategi Anda.

Seringkali, perubahan yang sudah Anda rencanakan tidak bisa dimengerti dan dilaksanakan oleh karyawan. Bila demikian, Anda perlu menjelaskan kepada karyawan tentang alasan dan cara yang harus dilakukan untuk mencapai perubahan. Karyawan perlu diberi penjelasan agar mereka memahami visi, misi dan tujuan perubahan Anda. Dan, Anda perlu menjelaskan target-target yang harus dicapai.

"Cara-cara di atas adalah tentang bagaimana mengubah pola pikir dan perilaku para pemimpin, " kata Trautlein. Siapkah Anda berubah untuk mencapai sukses? (BusinessNewsDaily)

http://intisari-online.com/read/ini-harus-dilakukan-para-pemimpin-

Sajikan Buah dalam Potongan Kecil

Membujuk anak-anak untuk makan banyak buah-buahan kadang bisa menjadi hal yang sulit. Mereka lebih suka makan cokelat atau makan makanan ringan yang tidak bergizi. Tapi jangan khawatir, ada cara mudah untuk membuat mereka makan lebih banyak buah.

Penelitian menunjukkan, anak-anak cenderung makan lebih banyak buah jika disajikan dalam bentuk potongan-potongan kecil. Seperti dikutip NY Daily News, tingkat konsumsi buah pada anak-anak meningkat 73 persen bila disajikan dalam potongan-potongan kecil.

Hal ini ditemukan setelah para peneliti dari Cornell University mengamati kebiasaan anak-anak dalam enam SMP. Tiga sekolah menjual apel dalam bentuk potongan-potongan kecil, sedangkan tiga sekolah lain menjual apel dalam bentuk utuh.

Hasil penelitian ini menunjukkan, anak-anak tidak suka makan buah dalam bentuk utuh. Mereka lebih suka jika buah dipotong-potong. Alasannya, untuk siswa yang masih kecil dan memiliki mulut kecil, gigi yang hilang, atau menggunakan kawat gigi. Seperti halnya anak-anak, mereka khawatir bila makan buah utuh bisa berantakan dan memalukan.

Nah, jika anak-anak Anda rewel dan tidak mau makan buah utuh, cobalah memotong buah menjadi potongan-potongan kecil. (*)

http://intisari-online.com/read/sajikan-buah-dalam-potongan-kecil

Jumat, 12 April 2013

Bukan Kekuatan, tetapi Kemampuan

Di tengah konteks geopolitik saat ini, Asia Pasifik semakin panas,terlebih dengan adanya krisis Semenanjung Korea dan masalah sengketa Laut Cina Selatan. Ancaman rudal jarak jauh menjadikan udara sebagai wilayah penting.

Hal paling mutakhir adalah Air Traffic Flow Management (ATFM). Saat ini ada tiga negara yang memperebutkan posisi ATFM Center di Asia Pasifik, yakni Indonesia, Australia, dan Thailand. Menjadi tempat pusat ATFM berarti menjadi tempat minta izin semua penerbangan sipil dan militer di suatu kawasan.

Dalam situasi seperti itu, TNI AU tanggal 9 April ini merayakan ulang tahun ke-67. Dalam rentang yang panjang itu, menarik untuk mengamati kekuatan yang sudah dihimpun selama ini dan bagaimana perkembangan kekuatan negara tetangga. Terlebih, pada era Soekarno dulu kita seperti memiliki kekuatan lebih untuk melawan. "Ganyang Malaysia" atau "Go to hell with your aids." Juga pembentukan Poros Jakarta - Pyongyang dan Poros Jakarta -Beijing. Tentu Soekarno tidak asal “gertak”.

Saat itu Indonesia memiliki pesawat MiG-21 Fishbed, salah satu pesawat supersonik tercanggih di dunia. Pesawat ini mampu terbang dengan kecepatan mencapai Mach 2. Pesawat ini bahkan lebih hebat dari pesawat tercanggih Amerika saat itu, pesawat supersonic F-104 Starfighter dan F-5 Tiger. Sebagai catatan, kedahsyatan pesawat-pesawat MiG-21 dan MiG-17 di Perang Vietnam sampai mendorong Amerika Serikat mendirikan United States Navy Strike Fighter Tactics Instructor, pusat latihan pilot-pilot terbaik yang dikenal dengan nama TOP GUN.

Indonesia juga memiliki armada 26 pembom jarak jauh strategis Tu-16 Tupolev (Badger A dan B). Ini membuat Indonesia menjadi salah satu dari hanya empat bangsa di dunia yang mempunyai pembom strategis, yaitu Amerika Serikat, Rusia, dan Inggris. Pangkalannya terletak di Lapangan Udara Iswahyudi, Madiun.

Bahkan Cina dan Australia pun belum memiliki pesawat pembom strategis seperti ini. Pembom ini juga dilengkapi berbagai peralatan elektronik canggih dan rudal khusus antikapal perang AS-1 Kennel, yang daya ledaknya bisa dengan mudah menenggelamkan kapal-kapal tempur Barat.

Bagaimana dengan kekuatan saat ini? Tercatat ada 64 pesawat jet tempur Sukhoi; 32 jet tempur F16; 36 pesawat tempur Hawk 100/200; 12 jet tempur F5E; 16 pesawat tempur Super Tucano; 16 pesawat tempur Yak 130; 36 pesawat tanpa awak; dan 64 pesawat transportasi Hercules.

Dengan wilayah yang luas, kekuatan itu seperti “kurang bertaji” dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia yang angkatan udaranya (Tentera Udara Diraja Malaysia/TUDM) didirikan pada tahun 1958 (saat ini usianya 55 tahun). Saat ini TUDM mengoperasikan sebuah kombinasi unik yang menggabungkan beberapa jenis pesawat udara modern buatan Amerika Serikat, Eropa, dan Rusia.

Begitu juga dengan Angkatan Udara Republik Singapura, yang berdiri sejak tahun 1968. Sejak awal kemerdekaanya Singapura menjalin hubungan militer dengan Israel dan Amerika Serikat. Tak heran rasanya jika kini militer Singapura menjadi salah satu kekuatan menakutkan di Asia Tenggara, ditambah lagi dengan kemampuan belanja militer yang sangat besar tiap tahunnya membuat militer negara ini semakin kuat.

Toh Kepala Staf TNI AU, Marsekal Ida Bagus Putu Dunia, tak kecil hati. Dalam wawancara dengan Kompas ia melihat sisi kemampuan daripada kekuatan. “Kekuatan itu hanya satu bagian dari kemampuan. Kemampuan itu bukan soal canggih atau kuat. Tidak bisa dilihat,” katanya.

Bravo “Sayap Tanah Airku” (Swa Bhuwana Paksa)! (pelbagai sumber)

http://intisari-online.com/read/bukan-kekuatan-tetapi-kemampuan

5 Cara Membahagiakan Karyawan Terbaik

Sebuah penelitian terbaru yang dilakukan oleh perusahaan kepegawaian Robert Half menunjukkan bahwa hampir 40 persen dari kepala petugas keuangannya merasa upaya untuk mempertahankan pegawai terbaiknya di tahun depan akan menjadi tantangan terbesar yang harus mereka lakukan. Bahkan upayanya akan lebih sulit dibandingkan sekadar mempertahankan produktivitas mereka.

Untuk itu Robert Half menawarkan beberapa tips kepada para pengusaha untuk mempertahankan para pekerja terbaiknya:

1. Mempertahankan kebijakan pintu terbuka.
Karyawan harus dibuat merasa nyaman dalam menyampaikan ide dan keprihatinan mereka. Ketidakbahagiaan dengan bos mereka adalah salah satu alasan banyak pegawai yang meninggalkan pekerjaannya. Membangun hubungan kerja yang kuat antara pemimpin dan karyawan harus menjadi prioritas utama.

2. Mempromosikan mereka dari dalam.
Karyawan akan merasa kecil hati jika mereka merasa peluang untuk kemajuag mereka tidak tersedia. Manajer harus bertemu dengan karyawannya untuk meninjau jalur karier mereka dan mendiskusikan bagaimana mereka dapat berkembang di kantor tersebut.

3. Sediakan kompensasi yang kompetitif.
Meski ada yang bilang bahwa uang bukan segalanya, namun tidak dapat dipungkiri masih menjadi bagian penting bagi seorang karyawan. Pastikan gaji dan tunjangan karyawan sama atau lebih tinggi dibandingkan harga pasar.

4. Akuilah setiap pekerjaan yang luar biasa.
Apakah itu dalam bentuk buletin perusahaan, pemberian bonus atau dalam bentuk lainnya, penghargaan atas pencapaian seorang karyawan harus selalu dilakukan. Pengakuan ini tidak harus selalu dalam bentuk hadiah yang mahal. Mengucapkan terimakasih dan memuji di depan teman-teman dapat menjadi motivasi yang baik.

5. Tawarkan kesempatan pengembangan profesional. Program pelatihan membantu seseorang untuk mengembangkan kemampuan mereka dan meningkatkan produktivitas. Hal ini juga akan menciptakan fleksibilitas antar karyawan. (BusinessNewsDaily)

http://intisari-online.com/read/5-cara-membahagiakan-karyawan-terbaik

Sabtu, 06 April 2013

Bawahan Sering Meragukan Kemampuan Atasannya

Sebuah penelitian terbaru menemukan banyak pekerja yang ragu pada kemampuan pemimpin perusahaan tempat mereka bekerja, terutama untuk membuat pekerjaan berjalan lancar, mengarahkan tanggung jawab dan menginspirasi pengambilan risiko. Selain itu, lebih dari 40 persen percaya bahwa justru individu karyawan, bukan atasan, yang memiliki dampak paling besar pada budaya perusahaan.

Penelitian yang dilakukan oleh firma konsultasi Root Inc. mengungkapkan bahwa kurang dari 40 persen pekerja merasa manager mereka membangun hubungan kerja yang efektif dengan mereka. Hanya 26 persen yang menyatakan manajer mereka mewujudkan nilai yang sama dengan apa yang mereka harapkan.

Pengawas juga dianggap tidak memberikan motivasi dengan sangat baik pada para karyawan yang bekerja pada mereka. Lebih dari dua pertiga karyawan yang disurvei merasa pemimpin perusahaan mereka lebih baik dalam pekerjaan mereka sendiri dibandingkan menginspirasi karyawannya agar menjadi lebih baik.

Dalam penelitian ini juga terungkap adanya hubungan yang tegang antara karyawan dan atasannya mengakibatkan rendahnya keyakinan pada sebagian besar karyawan terhadap atasannya.

Kurang dari seperempat karyawan tersebut merasa manajemen di tingkat atas benar-benar memiliki ketertarikan pada isi hati sebagian besar karyawannya. Sementara itu, kurang dari setengahnya berpikir bahwa para eksekutif ini berkomitmen pada visi perusahaan.

“Menghubungkan setiap orang dengan strategi perusahaan, dapat menciptakaan budaya yang baik yang dapat mendukung perilaku dan proses yang sejalan dengan strategi tersebut,” ujar Rich Berens, presiden Root Inc.

Untungnya, menurut Berens,“Meski tidak mudah untuk mengubah perubahan budaya dan cara berkomunikasi yang berbeda, semuanya masih mungkin untuk dilakukan. Selain itu, setiap perubahan yang dilakukan secara bertahap tetap dapat memberikan hasil yang signifikan.” (BusinessNewsDaily)

http://intisari-online.com/read/bawahan-sering-meragukan-kemampuan-atasannya

Kamis, 28 Maret 2013

Tips Motivasi Karyawan Milenial

Kaum milenial, yang lahir setelah tahun 1980, dikenal memiliki pendidikan yang lebih baik serta berbeda secara budaya dibandingkan generasi sebelum mereka. Mereka juga dikenal sebagai “kutu loncat” serta tidak menyukai birokarasi dan tidak percaya dengan hierarki tradisional.

Melihat kondisi seperti itu, tentu terlintas sulitnya menjadi pimpinan mereka. Padahal ada cara-cara yang kadang terlihat mengejutkan untuk memotivasi para karyawan dari generasi millenial.

Jelaskan visi perusahaan.

Karyawan millennial suka mencari makna dan dampak dari pekerjaan mereka dan tidak puas hanya “memukuli” jam. Bantu mereka memahami peran mereka dalam rencana kerja yang lebih luas akan membantu mereka memperjelas tujuan yang lebih jelas.

Prioritaskan layanan masyarakat.

Sebuah studi komprehensif yang dilakukan Pew Research Center pada 2012 menemukan, kaum milenial menempatkan “membantu orang lain yang membutuhkan” sebagai prioritas mereka (21%) dibandingkan memperoleh gaji yang tinggi (15%). Untuk itu, berikanlah mereka peluang untuk menyalurkan hasrat tersebut melalui program perusahaan.

Mengembangkan karier.

Dibandingkan generasi Baby Boomer dan Gen X, generasi millennial cenderung lebih mengutamakan pengembangan karier mereka dan kurang bersedia untuk menunggu tiga hingga lima tahun untuk suatu promosi.

Dengan mengembangkan tangga-tangga jabatan, manajer dapat menemukan hasrat mereka untuk kemajuan karier. Hal ini juga menyediakan pelatihan dan pengembangan tambahan dapat membantu memberi mereka peluang karier yang lebih besar.

Berikan dukungan dan umpan balik secara reguler.

Generasi ini merespon dengan baik dukungan dan umpan balik yang diberikan segera. Mereka perlu tahu bahwa mereka dilihat. Kabar baiknya, cara untuk memenuhinya gratis. Ucapan sederhana seperti “terimakasih,” “selamat,” atau bersikap jujur akan memberikan perubahan yang positif agar mereka bekerja lebih baik

Berikan fleksibilatas lebih.

Keseimbangan antara hidup dan bekerja menjadi satu pendorong yang signifikan untuk mempertahankan kaum milenial. Generasi ini sudah terbiasa dengan teknologi canggih untuk dapat bekerja kapan pun dan di mana pun melalui koneksi internet. Menurut penelitian Griffith Insurance Education Foundation, kaum ini mau berkorban agar dapat berlibur serta memiliki kemampuan untuk bekerja di luar kantor. Untuk itu, tidak ada salahnya memberikan mereka fleksibilitas dalam bekerja.

Berikan pendidikan dan pengembangan profesional.

Memberikan mereka hamparan proyek, bawakan mereka pembicara, atau kirim mereka ke konferensi kepemimpinan akan membantu para karyawan milenial belajar dan mengembangkan keterampilan mereka.

Beri mereka waktu untuk proyek pribadi.

Dalam waktu yang reguler, berikan mereka waktu untuk bekerja pada bidang apa pun yang dia suka. Perusahaan yang sangat maju seperti 3M dan Google pernah sukses menawarkan pekerja mereka untuk bekerja pada proyek yang mereka pilih, membantu mereka merasa lebih terlibat, dan juga meningkatkan inovasi di perusahaan. (Forbes)

http://intisari-online.com/read/tips-motivasi-karyawan-milenial-1