Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 24 April 2013

7 Prinsip Orang Sukses

Perpustakaan diisi dengan buku-buku tentang bagaimana cara mendapatkan kesuksesan hidup, pekerjaan dan bisnis. Tetapi, kadang, ada cara yang lebih sederhana.

Daniel C Steenerson, pendiri San Diego -Disability Insurance Services, mengungkapkan ada tujuh kata yang memjadi prinsip orang sukses. Apa saja tujuh kata itu? Berikut pemaparannya.

1. Bekerja keras

Bangun lebih pagi adalah awal yang baik untuk mencapai kesuksesan. Di dalam setiap bagian kehidupan, kita pun harus bekerja keras. Peluang dan pintu menuju sukses akan terbuka ketika kita bekerja keras.

2. Disiplin

Saat bangun pagi, apakah kita selalu memikirkan rencana, target, dan cara-cara untuk mencapainya setiap hari? Jika tidak, kita tidak usah berharap bahwa karier kita bisa sukses.

3. Implementasi

Setiap hari, kita bisa bermimpi, berencana, dan menetapkan tujuan untuk diri sendiri. Tetapi, jika tidak melakukan tindakan nyata untuk bisa mencapai cita-cita, kita hanya membuang-buang waktu. Implementasi adalah langkah untuk mengubah rencana menjadi kenyataan.

4. Menyederhanakan

Kita perlu menyederhanakan proses pencapaian target agar bisa memperoleh hasil yang banyak di dalam waktu yang singkat. Hal ini juga membantu agar lebih mudah berbagi pengetahuan dengan rekan kerja. Sehingga, kita juga bisa lebih mudah mengajak tim atau rekan kerja untuk bekerja sama.

5. Ketidaknyamanan

Untuk mencapai kesuksesan, kita harus bersedia bekerja di dalam keadaan yang tidak nyaman. Hal ini berarti bahwa kita harus siap lembur agar target yang sudah direncanakan dapat tercapai. Jika ingin suskes di masa depan, kita harus bersedia mengorbankan kehidupan yang nyaman.

6. Belajar

Mengambil kursus untuk mendapatkan sertifikasi serta memperluas pengetahuan tentang bidang pekerjaan yang sedang ditekuni adalah cara yang luar biasa untuk mencapai kesuksesan karier kita. Selain itu, bacalah buku untuk memperluas wawasan!

7. Hubungan

Disamping harus menjalin hubungan yang baik dengan kilen, kita pun wajib menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja, manajer, dan setiap orang yang ada di kantor. Kita perlu membantu tim untuk bisa mencapai target yang telah disepakati. (BusinessNewsDaily)

http://intisari-online.com/read/7-prinsip-orang-sukses

Jumat, 12 April 2013

Bukan Kekuatan, tetapi Kemampuan

Di tengah konteks geopolitik saat ini, Asia Pasifik semakin panas,terlebih dengan adanya krisis Semenanjung Korea dan masalah sengketa Laut Cina Selatan. Ancaman rudal jarak jauh menjadikan udara sebagai wilayah penting.

Hal paling mutakhir adalah Air Traffic Flow Management (ATFM). Saat ini ada tiga negara yang memperebutkan posisi ATFM Center di Asia Pasifik, yakni Indonesia, Australia, dan Thailand. Menjadi tempat pusat ATFM berarti menjadi tempat minta izin semua penerbangan sipil dan militer di suatu kawasan.

Dalam situasi seperti itu, TNI AU tanggal 9 April ini merayakan ulang tahun ke-67. Dalam rentang yang panjang itu, menarik untuk mengamati kekuatan yang sudah dihimpun selama ini dan bagaimana perkembangan kekuatan negara tetangga. Terlebih, pada era Soekarno dulu kita seperti memiliki kekuatan lebih untuk melawan. "Ganyang Malaysia" atau "Go to hell with your aids." Juga pembentukan Poros Jakarta - Pyongyang dan Poros Jakarta -Beijing. Tentu Soekarno tidak asal “gertak”.

Saat itu Indonesia memiliki pesawat MiG-21 Fishbed, salah satu pesawat supersonik tercanggih di dunia. Pesawat ini mampu terbang dengan kecepatan mencapai Mach 2. Pesawat ini bahkan lebih hebat dari pesawat tercanggih Amerika saat itu, pesawat supersonic F-104 Starfighter dan F-5 Tiger. Sebagai catatan, kedahsyatan pesawat-pesawat MiG-21 dan MiG-17 di Perang Vietnam sampai mendorong Amerika Serikat mendirikan United States Navy Strike Fighter Tactics Instructor, pusat latihan pilot-pilot terbaik yang dikenal dengan nama TOP GUN.

Indonesia juga memiliki armada 26 pembom jarak jauh strategis Tu-16 Tupolev (Badger A dan B). Ini membuat Indonesia menjadi salah satu dari hanya empat bangsa di dunia yang mempunyai pembom strategis, yaitu Amerika Serikat, Rusia, dan Inggris. Pangkalannya terletak di Lapangan Udara Iswahyudi, Madiun.

Bahkan Cina dan Australia pun belum memiliki pesawat pembom strategis seperti ini. Pembom ini juga dilengkapi berbagai peralatan elektronik canggih dan rudal khusus antikapal perang AS-1 Kennel, yang daya ledaknya bisa dengan mudah menenggelamkan kapal-kapal tempur Barat.

Bagaimana dengan kekuatan saat ini? Tercatat ada 64 pesawat jet tempur Sukhoi; 32 jet tempur F16; 36 pesawat tempur Hawk 100/200; 12 jet tempur F5E; 16 pesawat tempur Super Tucano; 16 pesawat tempur Yak 130; 36 pesawat tanpa awak; dan 64 pesawat transportasi Hercules.

Dengan wilayah yang luas, kekuatan itu seperti “kurang bertaji” dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia yang angkatan udaranya (Tentera Udara Diraja Malaysia/TUDM) didirikan pada tahun 1958 (saat ini usianya 55 tahun). Saat ini TUDM mengoperasikan sebuah kombinasi unik yang menggabungkan beberapa jenis pesawat udara modern buatan Amerika Serikat, Eropa, dan Rusia.

Begitu juga dengan Angkatan Udara Republik Singapura, yang berdiri sejak tahun 1968. Sejak awal kemerdekaanya Singapura menjalin hubungan militer dengan Israel dan Amerika Serikat. Tak heran rasanya jika kini militer Singapura menjadi salah satu kekuatan menakutkan di Asia Tenggara, ditambah lagi dengan kemampuan belanja militer yang sangat besar tiap tahunnya membuat militer negara ini semakin kuat.

Toh Kepala Staf TNI AU, Marsekal Ida Bagus Putu Dunia, tak kecil hati. Dalam wawancara dengan Kompas ia melihat sisi kemampuan daripada kekuatan. “Kekuatan itu hanya satu bagian dari kemampuan. Kemampuan itu bukan soal canggih atau kuat. Tidak bisa dilihat,” katanya.

Bravo “Sayap Tanah Airku” (Swa Bhuwana Paksa)! (pelbagai sumber)

http://intisari-online.com/read/bukan-kekuatan-tetapi-kemampuan

Sabtu, 06 April 2013

Bawahan Sering Meragukan Kemampuan Atasannya

Sebuah penelitian terbaru menemukan banyak pekerja yang ragu pada kemampuan pemimpin perusahaan tempat mereka bekerja, terutama untuk membuat pekerjaan berjalan lancar, mengarahkan tanggung jawab dan menginspirasi pengambilan risiko. Selain itu, lebih dari 40 persen percaya bahwa justru individu karyawan, bukan atasan, yang memiliki dampak paling besar pada budaya perusahaan.

Penelitian yang dilakukan oleh firma konsultasi Root Inc. mengungkapkan bahwa kurang dari 40 persen pekerja merasa manager mereka membangun hubungan kerja yang efektif dengan mereka. Hanya 26 persen yang menyatakan manajer mereka mewujudkan nilai yang sama dengan apa yang mereka harapkan.

Pengawas juga dianggap tidak memberikan motivasi dengan sangat baik pada para karyawan yang bekerja pada mereka. Lebih dari dua pertiga karyawan yang disurvei merasa pemimpin perusahaan mereka lebih baik dalam pekerjaan mereka sendiri dibandingkan menginspirasi karyawannya agar menjadi lebih baik.

Dalam penelitian ini juga terungkap adanya hubungan yang tegang antara karyawan dan atasannya mengakibatkan rendahnya keyakinan pada sebagian besar karyawan terhadap atasannya.

Kurang dari seperempat karyawan tersebut merasa manajemen di tingkat atas benar-benar memiliki ketertarikan pada isi hati sebagian besar karyawannya. Sementara itu, kurang dari setengahnya berpikir bahwa para eksekutif ini berkomitmen pada visi perusahaan.

“Menghubungkan setiap orang dengan strategi perusahaan, dapat menciptakaan budaya yang baik yang dapat mendukung perilaku dan proses yang sejalan dengan strategi tersebut,” ujar Rich Berens, presiden Root Inc.

Untungnya, menurut Berens,“Meski tidak mudah untuk mengubah perubahan budaya dan cara berkomunikasi yang berbeda, semuanya masih mungkin untuk dilakukan. Selain itu, setiap perubahan yang dilakukan secara bertahap tetap dapat memberikan hasil yang signifikan.” (BusinessNewsDaily)

http://intisari-online.com/read/bawahan-sering-meragukan-kemampuan-atasannya

Kamis, 28 Maret 2013

Tips Motivasi Karyawan Milenial

Kaum milenial, yang lahir setelah tahun 1980, dikenal memiliki pendidikan yang lebih baik serta berbeda secara budaya dibandingkan generasi sebelum mereka. Mereka juga dikenal sebagai “kutu loncat” serta tidak menyukai birokarasi dan tidak percaya dengan hierarki tradisional.

Melihat kondisi seperti itu, tentu terlintas sulitnya menjadi pimpinan mereka. Padahal ada cara-cara yang kadang terlihat mengejutkan untuk memotivasi para karyawan dari generasi millenial.

Jelaskan visi perusahaan.

Karyawan millennial suka mencari makna dan dampak dari pekerjaan mereka dan tidak puas hanya “memukuli” jam. Bantu mereka memahami peran mereka dalam rencana kerja yang lebih luas akan membantu mereka memperjelas tujuan yang lebih jelas.

Prioritaskan layanan masyarakat.

Sebuah studi komprehensif yang dilakukan Pew Research Center pada 2012 menemukan, kaum milenial menempatkan “membantu orang lain yang membutuhkan” sebagai prioritas mereka (21%) dibandingkan memperoleh gaji yang tinggi (15%). Untuk itu, berikanlah mereka peluang untuk menyalurkan hasrat tersebut melalui program perusahaan.

Mengembangkan karier.

Dibandingkan generasi Baby Boomer dan Gen X, generasi millennial cenderung lebih mengutamakan pengembangan karier mereka dan kurang bersedia untuk menunggu tiga hingga lima tahun untuk suatu promosi.

Dengan mengembangkan tangga-tangga jabatan, manajer dapat menemukan hasrat mereka untuk kemajuan karier. Hal ini juga menyediakan pelatihan dan pengembangan tambahan dapat membantu memberi mereka peluang karier yang lebih besar.

Berikan dukungan dan umpan balik secara reguler.

Generasi ini merespon dengan baik dukungan dan umpan balik yang diberikan segera. Mereka perlu tahu bahwa mereka dilihat. Kabar baiknya, cara untuk memenuhinya gratis. Ucapan sederhana seperti “terimakasih,” “selamat,” atau bersikap jujur akan memberikan perubahan yang positif agar mereka bekerja lebih baik

Berikan fleksibilatas lebih.

Keseimbangan antara hidup dan bekerja menjadi satu pendorong yang signifikan untuk mempertahankan kaum milenial. Generasi ini sudah terbiasa dengan teknologi canggih untuk dapat bekerja kapan pun dan di mana pun melalui koneksi internet. Menurut penelitian Griffith Insurance Education Foundation, kaum ini mau berkorban agar dapat berlibur serta memiliki kemampuan untuk bekerja di luar kantor. Untuk itu, tidak ada salahnya memberikan mereka fleksibilitas dalam bekerja.

Berikan pendidikan dan pengembangan profesional.

Memberikan mereka hamparan proyek, bawakan mereka pembicara, atau kirim mereka ke konferensi kepemimpinan akan membantu para karyawan milenial belajar dan mengembangkan keterampilan mereka.

Beri mereka waktu untuk proyek pribadi.

Dalam waktu yang reguler, berikan mereka waktu untuk bekerja pada bidang apa pun yang dia suka. Perusahaan yang sangat maju seperti 3M dan Google pernah sukses menawarkan pekerja mereka untuk bekerja pada proyek yang mereka pilih, membantu mereka merasa lebih terlibat, dan juga meningkatkan inovasi di perusahaan. (Forbes)

http://intisari-online.com/read/tips-motivasi-karyawan-milenial-1

Rabu, 26 Desember 2012

Menjaga Api Kreatif Tetap Menyala

Apakah Anda pikir kreativitas seseorang ada masa berakhirnya? Pelukis Perancis Henri Matisse, yang berusia hingga 85 tahun, tidak merasakannya. Sepanjang karirnya yang panjang dan produktif, Matisse, ditempa oleh gaya baru dalam seni lukis, sclupture,dan bentuk-bentuk seni lainnya.

Meskipun Matisse menghabiskan sebagian akhir hidupnya dengan terbaring di tempat tidur, ia tidak membiarkan hal ini menghentikannya untuk melakukan apa yang ia cintai, menciptakan seni. Pada satu titik, Matisse dibuatkan tongkat 4 kaki yang ia bisa pasangkan kuas atau sepotong arang di ujungnya. Menggunakan alat bantu ini, Matisse bisa mencapai puncak kanvas yang tinggi, sementara ia melakukannya dalam posisi berbaring.

Ia juga melihat kebentuk ekspresi baru. Meskipun ia tidak bisa lagi bekerja semaksimal mungkin, ia tetap suka dengan kuas dan kanvas. Matisse mengembangkan bakatnya dalam media baru. Saat usianya 80-an, pelukis terkenal di dunia ini mengembangkan kemampuan baru di decoupage,seni merekatkan sisa kertas berwarna cerah untuk menciptakan sebuah gambar. Beberapa potongan akhir Matisse sekarang tergantung di museum di seluruh dunia, termasuk karyanya The Snail, di Tate Museum, London.

Mengapa Matisse mendorong dirinya mencapai puncak dalam sisa hidupnya ketika banyak orang lebih memilih untuk enak-enakan? Karena, Matisse tidak mau menggunakan usia tua sebagai alasan untuk mengakhiri kreativitasnya. (*)

http://intisari-online.com/read/menjaga-api-kreatif-tetap-menyala

Rabu, 05 Desember 2012

Perubahan Kecil Membuat Dunia Berbeda

Pernahkah Anda pikirkan perubahan sederhana pada rencana atau desain dapat membuat perubahan dalam jangka panjang? Ini adalah sebuah contoh.

Ada dua saudara yang sama-sama menjadi penulis lagu: Mildred dan Patty Hill. Mereka adalah juga tokoh pendidikan anak, yang menulis lagu pada tahun 1893. Mereka ingin membuat sebuah lagu yang mudah diingat dan dinyanyikan siswa TK setiap pagi. Meskipun jumlah yang dihasilkan memiliki melodi yang mudah diingat, liriknya tidak ada yang luar biasa.

Pada tahun 1935, lagu mereka muncul dalam pertunjukan Broadway. Ada sedikit penyesuaian pada lirik aselinya, perubahan yang pada akhirnya menciptakan sukses. Dengan menyesuaikan lirik dari “good morning to you” menjadi “happy birthday to you”, lagu tersebut mewakili seluruh kehidupan baru. Sejak itu, lagu ucapan sederhana dari Mildred dan Patty Hill, dikenal di seluruh dunia dan dinyanyikan berkali-kali di tempat-tempat yang tak terhitung jumlahnya setiap hari sepanjang tahun.

Mau tahu lagu apa itu? Ya, "Happy Birthday to You", atau disingkat "Happy Birthday".

Bagaimana perubahan kecil ini mencapai keajaiban tersebut? Ini hanyalah kombinasi yang baik untuk membuat sesuatu yang baru menggantikan sesuatu yang lama, dan mencampurnya dengan sedikit keberuntungan. (*)

http://intisari-online.com/read/perubahan-kecil-membuat-dunia-berbeda

Rabu, 28 November 2012

Karier atau Calling?

Laiknya memilih jurusan sekolah, memilih profesi juga ada pertimbangannya. Febrina Melva Irene Siahaan, konsultan karier di konsultankarir.com,berujar, ada dua hal mendasar untuk memutuskan profesi mana yang akan kita ambil. Yakni, karier atau calling.

Karier, menurut kacamata Feby, sapaan Febrina, merupakan sesuatu yang diprioritaskan untuk pemenuhan “perut” atau harga diri yang lebih tinggi. Sementara calling adalah sesuatu yang berasal dari keinginan (desire) kita. Bagi mereka yang mengutamakan calling-nya, tidak terlalu memusingkan jumlah bayaran yang akan diterima. Ibaratnya, profesi yang dipilih adalah panggilan hati nurani.

Contoh kasusnya begini. Bila orang menerima profesi dengan gaji tinggi meskipun tak terlalu suka dengan profesi tersebut, artinya ia mengedepankan kariernya. Lain bila orang menerima tawaran profesi dengan gaji tak begitu tinggi tapi sesuai dengan panggilan hati, artinya ia memilih calling-nya.

Namun, orang yang mengutamakan karier seperti contoh tadi bukan berarti tak boleh. Soalnya, tiap orang punya alasan. Syukur-syukur, kata Feby, profesi yang kita pilih mencakup keduanya. Ya karier, ya calling. “Idealnya bisa dapat keduanya. Saya suka mengajar dan karier saya dosen. Jadi dosen adalah panggilan hati saya, meskipun gajinya tak besar,” cerita mantan wartawan Tempo ini.

Pemantapan memilih karier atau calling nyatanya tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak faktor. Misalnya lapangan kerja yang sempit. Kalau terlalu pemilih, yang ada malah tidak segera kerja. Belum lagi faktor tuntutan. Semisal orangtua yang punya banyak anak, gajinya hanya Rp1 juta, dan hidup di kota metropolitan. Tentu tak akan cukup.

“Kalau ada faktor tuntutan seperti itu, biasanya calling jadi nomor dua. Karierlah yang akan diutamakan,” jelas Feby. Banyaknya tuntutan, bahkan termasuk untuk biaya berobat misalnya, membuat orang akan cenderung memilih karier dengan percepatan tinggi. Alih-alih menyukai profesinya, kadang malah hanya “menyukai” uangnya.

Nah, bagaimana dengan Anda?

http://intisari-online.com/read/karier-atau-calling

Kamis, 22 November 2012

Jangan Merugikan Orang Lain

Tidak mungkin membantu orang lain tanpa membantu diri sendiri, atau merugikan orang lain tanpa merugikan dirinya sendiri.

Nasruddin sedang bersungut-sungut terhadap dirinya sendiri ketika kawannya bertanya apa yang ia risaukan.

Nasruddin berkata, “Ahmad yang goblok itu selalu menabok punggung saya setiap kali ia melihat saya. Maka hari ini saya menaruh satu dinamit di bawah jaket saya. Kalau kali ini ia menabok saya ia akan kehilangan tangannya!” (The Prayer of The Frog)

http://intisari-online.com/read/jangan-merugikan-orang-lain

Selasa, 20 November 2012

Mari, Temukan Misi Kita

Suatu hari, Bea Salazar duduk melihat sebotol obat penghilang rasa sakit –berpikir untuk bunuh diri. Ia adalah seorang ibu tunggal dari lima anaknya, sementara suaminya telah meninggalkan keluarganya. Bea dinonaktifkan karena kecelakaan kerja di pabriknya. Pinggulnya dan punggungnya terluka parah hingga dia tidak bisa lagi bekerja. Ia amat kesakitan, tidak punya uang, dan penuh keputusasaan.

Tiba-tiba ia mendengar ketukan pintu di rumahnya. Ia melihat konselornya, dan hingga hari ini Bea percaya Allah telah mengirim tamunya. Dengan bantuan konselornya, Bea mulai hidup lagi, mengontrol kembali penyakitnya dan mencari makna dari semua kehidupannya. Hingga makna kehidupan yang muncul dalam cara yang paling tidak ia duga.

Saat akan membuang sampah, Bea mendengar kebisingan di kompleks perumahannya. Ia menemukan seorang anak kecil yang sedang memakan sepotong roti kotor. Ia membawanya pulang dan memberinya makan. Namun, 13 hari kemudian muncul enam anak lagi yang meminta makanan. Tampaknya ada banyak anak-anak di lingkungan mereka yang orangtuanya bekerja lalu meninggalkan mereka sendirian tanpa makanan sepanjang hari.

Bea tiba-tiba menyadari bahwa ia telah menemukan misinya: Tuhan telah menyelamatkan hidupnya, “karena Dia membutuhkan saya untuk mengurus anak-anak”. Bea mengaku mendapat sumbangan dari lembaga-lembaga sosial dan gereja-gereja, dan pada tahun berikutnya dia mendirikan Bea’s Kid, sebuah organisasi nirlaba. Saat ini, ia dan stafnya memberi makan 150 anak setiap hari dan memberikan bimbingan, pakaian, bantuan medis, dan banyak lagi.

Pada suatu kali, Bea hampir tidak bisa berjalan karena luka-lukanya. Namun, ia keluar dari tempat tidur untuk memenuhi panggilan anak-anak yang datang kepadanya. “Mereka memberi saya tujuan. Bagaimanapun, mereka telah memberikan saya jauh lebih banyak daripada yang pernah saya berikan kepada mereka.” (*)

http://intisari-online.com/read/mari-temukan-misi-kita

Rabu, 14 November 2012

Gejala Utama Depresi

Sebuah penelitian mengungkapkan fakta bahwa beban penyakit mental atau depresi yang dirasakan seseorang lebih berat daripada kanker. Depresi sangat mengkhawatirkan, karena itu Anda harus mengenali gejala-gejalanya untuk bisa menghadapinya, seperti dilansir dari Quick Easy Fit,berikut ini.

Tidak memiliki ketertarikan.

Jika Anda tidak tertarik dalam kegiatan yang biasanya santai, itu bisa menjadi gejala depresi. Anda mungkin akan melewatkan aktivitas tertentu, keluar dari pertemuan, dan menjauh dari teman-teman kelompok.

Perubahan dalam diet.

Salah satu gejala utama lain dari depresi adalah ketika Anda mengubah pola makan sepenuhnya. Misalnya, makan berlebihan yang membuat Anda gemuk lalu memilih untuk tidak makan yang menyebabkan penurunan berat badan secara drastis.

Susah tidur.

Bagaimana tidur Anda tadi malam dan malam sebelumnya? Jika tidur Anda sering terganggu, baik insomnia atau terbangun di malam hari, itu adalah gejala depresi. Lebih baik lakukan sesuatu karena kurang tidur akan membuat depresi semakin buruk.

Sakit.

Kondisi fisik biasanya sangat dipengaruhi oleh hal-hal yang Anda pikirkan. Karena itu, ketika Anda stres, bagian-bagian tubuh tertentu juga akan merespon dengan memberikan gejala. Memang, ini dapat disembuhkan dengan obat, tetapi alangkah baiknya jika stres yang memicu penyakit juga ditangani dengan tepat.

Menyakiti diri sendiri.

Gejala terakhir dari depresi yang cukup berbahaya adalah menyakiti diri sendiri. Tidak seperti gejala lain yang dapat menyebabkan situasi termasuk depresi, tanda ini dipastikan dialami oleh seseorang yang stres.

Semakin cepat Anda mendeteksi gejala depresi Anda, semakin cepat Anda dapat menangani dan mencegah akibat terburuknya. (*)

http://intisari-online.com/read/gejala-utama-depresi

Selasa, 13 November 2012

Berguru Pada Pohon Pisang

Musaceae,nama latin dari famili pisang-pisangan memiliki beragam manfaat bagi manusia. Terlebih bagi jenis pisang yang dapat dikonsumsi, buah dari tanaman ini memang populer. Buah kaya nutrisi dan dapat dikembangkan dalam ragam olahan. Kegunaan genus Musa tak hanya berasal dari buah, melainkan beberapa bagian tubuh lain.

Sebagai pohon tak berbatang kayu, memang tumbuhan ini tak terlalu berguna. Meskipun di beberapa daerah lapisan tubuh yang dikeringkan dapat menjadi kerajinan tangan. Orang mengenal daunnya sebagai kegunaan terbesar bagi manusia di samping buah, sebagai pembungkus makanan. Sebelum kemunculan kertas, daun pisang dapat menjadi piring kecil, disebut sudi atau pincuk.

Pohon pisang memberi manfaat filosofis sekaligus menjadi maha guru bagi manusia. Perlu waktu lebih dari 5 bulan agar kita dapat menikmati manfaat buah pisang. Namun jauh sebelum menghasilkan buah, pohon pisang sejak ukuran kecil telah bermanfaat, yakni kegunaan daun bagi penanamnya.

Kepopuleran buah pisang sendiri karena ia dapat dijumpai sepanjang musim tanpa mengenal waktu. Musim hujan ataupun kemarau, tingkat adaptasi pisang dapat membuatnya berbuah sepanjang tahun. Pohon hanya akan mati setelah menghasilkan buah. Pada beberapa spesies, batang yang telah dipotong akan tumbuh batang baru pada lingkar tengah. Tunas muda pun akan muncul disekeliling pohon utama, tunas baru yang identik dengan pohon utama. Bahkan ketika ia telah membusuk, di tangan-tangan manusia kreatif, belakangan bonggol pisang diolah menjadi inovasi bahan pangan seperti keripik. Ah.. betapa bergunanya pohon pisang.

Demikian pula manusia, hendaknya bisa berguna layaknya pohon pisang. Sedari muda, kiranya manusia dapat berguna seperti daun pisang. Dapat memberikan guna dan karya bagi orangtuanya, meskipun belum mencapai umur. Ketika dewasa, sifat berkarya ini haruslah dilakukan terus-menerus sepanjang tahun untuk masyarakat di mana pun ia berada. Tentu dengan prasyarat pantang menyerah sebelum ia memberikan sesuatu untuk orang lain.

Berkaitan dengan tunas-tunas yang tumbuh di sekitarnya, ibarat manusia yang telah dewasa, ia menularkan ilmu dan sifat pada manusia-manusia muda. Manusia berbibit unggul tentu akan memberikan tunas unggul pula pada lingkungannya. Ketika manusia tersebut masuk alam baka, seperti kata pepatah, ‘manusia mati meninggalkan nama’. Bagi manusia yang memiliki jasa dan karya, ia akan dikenang dan segala pemikirannya akan tetap bermanfaat bagi mereka yang dapat memanfaatkan.

Kini, sudahkah kita berkarya dan berguna layaknya pohon pisang?

http://intisari-online.com/read/berguru-pada-pohon-pisang

Kamis, 08 November 2012

Hidup Berharga

Seorang murid sangat mudah terserang depresi yang berkepanjangan.

“Dokter menyarankan saya agar berobat guna menyembuhkan depresi saya,” katanya.

“Baik, mengapa kamu tidak melakukannya?” tanya Sang Guru.

“Karena efek sampingnya akan merusak organ hati saya dan memperpendek hidup saya.”

Kata Sang Guru, “Apakah kamu lebih suka mempunyai hati yang sehat daripada rasa bahagia? Satu tahun hidup lebih berharga daripada 20 tahun tidur.”

Kemudian ia berkata kepada murid-muridnya, “Hidup itu seperti dongeng; yang penting bukan panjangnya, melainkan indahnya.” (Berbasa-basi Sejenak)

http://intisari-online.com/read/hidup-berharga

Senin, 05 November 2012

Jangan Batasi Diri

Marvin Pipkin adalah seorang insinyur legendaris di General Electric (GE). Ketika pertama kali ia mulai bekerja di GE, beberapa insinyur membuat lelucon atas dirinya. Mereka memberi julukan kepada Pipkin sebagai sosok yang mencari solusi untuk “membekukan” cahaya lampu listrik dari dalam. Ini cikal bakal lampu pijar yang filamennya bisa bertahan lama karena proses pengabutan di dalam bola lampu.

Di mata para insinyur lain, persoalan "membekukan" cahaya lampu listik dari dalam merupakan tugas yang mustahil. Makanya, mereka antusias menunggu apakah Pipkin bisa melakukan hal itu.

Pipkin tidak mengetahui bahwa tugas itu sebenarnya tugas yang tidak mungkin. Toh ia tetap bekerja dengan baik. Dengan tekun segala cara dicobanya. Gagal satu dijawab dengan usaha dua kali.

Sampai akhirnya, ia tidak hanya menemukan cara untuk "membekukan" bola lampu dari dalam. Namun ia juga menambahkan kekuatan pada lampu untuk bisa menyala dengan lebih cepat. Kadang-kadang, ketidaktahuan adalah hal yang indah –terutama bila Anda “bodoh” melakukan sesuatu yang tidak mungkin.

http://intisari-online.com/read/jangan-batasi-diri

Sabtu, 03 November 2012

Facebook 'Mengancam' Anak-anak

Para pelaku kejahatan seksual anak bergentayangan di dunia maya. Media sosial menjadi sasaran empuk, salah satunya Facebook, untuk mendapatkan korban. Anak perempuan berusia 13-17 tahun, terutama dari negara miskin atau berkembang, menjadi incarannya.
Kenyataan itu terungkap pada konferensi internasional ”Kejahatan Seksual terhadap Anak secara Online”, Selasa kemarin (30/10/2012), di Jakarta, seperti yang dilaporkan harian Kompas. Jeff Wu dari bagian Law Enforcement Relation Lead di Facebook Asia Pasifik dalam konferensi tersebut menampilkan contoh foto tersangka pelaku kejahatan seksual anak.
Khusus di Indonesia, ada enam foto laki-laki tersangka pelaku berusia 30-45 tahun yang telah teridentifikasi sebagai pelaku dan diselidiki sejak 1,5 tahun lalu. Hasilnya pun telah dilaporkan kepada Polri, tetapi belum ada tindak lanjut.
”Pelaku kerap berpindah-pindah ke negara lain sehingga butuh waktu untuk melacak mereka,” kata Wu, seperti yang dikutip Kompas.
Berita mengenai perdagangan anak melalui Facebook di Indonesia memang menjadi sorotan belakangan ini. Kantor berita The Associated Press (AP) pernah melaporkan, bagaimana anak 14 tahun di Depok menjadi korban penculikan, dan pelecehan seksual. Remaja perempuan ini sempat jadi percakapan ramai di linimasa Twitter,lantaran pihak sekolah tidak mau menerimanya kembali, dan mengumumkannya saat upacara sekolah dengan alasan ia telah mencemarkan nama sekolah. Saat itu, tweeps banyak yang mengutuk tindakan pihak sekolah. Termasuk Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA).
Remaja perempuan tadi bukanlah korban pertama. Diperkirakan 27 dari 129 kasus anak hilang di Indonesia menurut Komnas PA merupakan korban yang berawal dari pertemanan di Facebook. Satu diantara para korban tersebut ditemukan tewas. Banyaknya kasus tadi (27 kasus anak hilang) sudah melebihi kasus tahun 2011 lalu yang mencapai 18 kasus.
"Kita berpacu dengan waktu, karena demam terhadap Facebook sedang menjadi tren saat ini, terutama di kalangan anak dan remaja. Polisi harus bergerak lebih cepat, atau lebih banyak lagi anak perempuan akan menjadi korban," ujar Ketua Komnas PA, Arist Merdeka Sirait seperti yang dikutip AP, Senin (29/10/2012).
Facebook sendiri sudah memberi petunjuk bagaimana menghadapi kasus seperti ini. Jika ditemukan kasus yang diduga perdagangan manusia di Facebook, pengguna bisa melaporkannya. Untuk negara seperti Indonesia, pengguna bisa melaporkan ke alamat email National Human Trafficking Resource Center (nhtrc@polarisproject.org); dan mereka akan membantu mengarahkan ke sumber daya paling tepat di area pelapor. Halamannya bisa diakses di tautan ini.
Bagi orangtua, anak, dan guru disediakan halaman khusus yang membahas keamanan dalam menggunakan Facebook. Orangtua sebaiknya mendampingi anak-anak remajanya yang aktif di Facebook, dan melarang penggunaannya pada usia di bawah 13 tahun. Halaman Facebook Safety bisa menjadi bahan belajar bersama. (salingsilang.com)
http://intisari-online.com/read/facebook-mengancam-anak-anak

Kamis, 25 Oktober 2012

Terpaksa Menggunakan Otak

Kadang kita selalu merasa bisa melakukan apa pun karena sudah ada pedomannya. Kita bisa membaca petunjuk dalam pedoman tersebut. Padahal, belum tentu kita bisa menerjemahkan apa maksud dari pedoman itu. Kalau kita bersabar dan mencoba memahaminya, sebenarnya cukup logika saja yang bekerja. Mungkin begitulah maksud kisah yang ditulis dalam The Prayer of The Frog berikut ini.

Dengan bantuan buku “Petunjuk Pemakaian” seorang wanita selama berjam-jam mencoba merakit alat rumah tangga yang rumit, yang baru saja ia beli. Akhirnya ia menyerah dan membiarkan bagian-bagian alat itu terserak di meja dapur.

Namun, ia terkejut ketika beberapa jam kemudian ia kembali dan menemukan alat itu sudah dirakit oleh pembantunya dan bekerja dengan sempurna.

“Bukan main, bagaimana engkau mengerjakannya?” tanyanya.

“Ah Ibu, kalau orang tidak dapat membaca,dia terpaksa menggunakan otaknya,” jawab si pembantu dengan tenang.

http://intisari-online.com/read/terpaksa-menggunakan-otak

Selasa, 23 Oktober 2012

Sinergi Memberi dan Menerima

Aristoteles dalam konsep zoon politicon mengungkapkan bahwa manusia senantiasa berinteraksi dan hidup bermasyarakat. Dalam lingkup masyarakat itu pula terjadi saling keterkaitan yakni menumbuhkan suatu ketergantungan yang saling membutuhkan satu sama lain.

Memahami lebih lanjut makna di atas, keberadaan dua danau di daerah Timur Tengah, Danau Galilea atau Tiberia dan Laut Mati dapat memberi kita pelajaran. Jarak keduanya tak begitu jauh, karena terdapat Sungai Yordan menjadi penghubung keduanya.

Danau Tiberia merupakan salah satu danau air tawar untuk tujuan wisata yang telah terkenal sejak dahulu. Danau yang memiliki ragam kehidupan melimpah, mulai dari flora dan binatang laut seperti plankton dan ikan tilapia. Sepanjang bibir danau pun tampak hijau dan merupakan sumber kehidupan bagi kehidupan lain. Kini puluhan hotel mewah telah berjejer di barisan pegunungan Golan tersebut.

Kondisi ini tampak berbeda 180° dengan Laut Mati. Layaknya nama yang dilekatkan pada danau ini, tiada biota air di danau ini. Bibir danau pun berupa bebatuan tanpa ada kehidupan pepohonan. Tak lain karena danau ini memiliki kandungan kadar garam yang sangat tinggi, bahkan berlipat melebihi kadar garam lautan. Kandungan garam tinggi ini karena memang dahulu terjadi retakan pada dasar lembah dan kemudian terisi oleh resapan air laut yang terjebak dan mengalami evaporasi terus-menerus.

Namun orang bijak mengatakan, perbedaan ini terletak pada aktivitas yang dilakukan oleh kedua danau tersebut. Danau Galilea menjadi muara bagi Sungan Yordan Atas, dan menjadi hulu bagi Sungai Yordan Bawah. Ia memberi dan menerima, tak hanya menampung namun juga mengalirkan. Lain halnya Laut Mati hanya menjadi muara bagi Sungai Yordan Bawah, ia hanya menerima tanpa memberi.

Danau Tiberias memberikan pelajaran sebagai danau yang memberi dan menerima air memberi kehidupan melimpah di sekitarnya, justru ia menjadi sumber kehidupan. Berbeda dengan Laut Mati yang hanya menerima, tanpa memberi ia tak menjadi sumber kehidupan bagi makhluk lain.

Demikian pula dalam kehidupan manusia, kodrat manusia sebagai zoon politicon membawanya pada interaksi dalam masyarakat melalui sinergi antara memberi dan menerima, keduanya haruslah seimbang sehingga menjadi sumber kehidupan bagi manusia di sekitarnya.

Sudahkah Anda bersinergi layaknya Danau Galilea?

http://intisari-online.com/read/sinergi-memberi-dan-menerima

Senin, 22 Oktober 2012

Meninjau Kembali Hidup Kita

Jika Anda berpikir bahwa tahun mendatang akan menjadi tahun terakhir Anda, perubahan apa yang akan Anda lakukan dalam hidup? Siapa yang akan Anda hubungkan dengan ini? Apakah Anda punya penyesalan? Ini adalah beberapa pertanyaan penulis Stephen Levine, yang mulai bertanya setelah bertahun-tahun mengajar meditasi dan teknik penyembuhan untuk pasien yang sakit parah.

Levine melakukan proyek penelitian sendirian. Ia menyebutnya “tahun untuk hidup”. Ia bertindak seolah-olah ia hidup hanya untuk satu tahun lagi. Ia mengkaji kembali peristiwa masa lalu yang telah berdampak pada hidupnya, baik dan buruk. Proses ini menginspirasi Levine untuk menunjukkan rasa terima kasihnya dan penghargaan kepada banyak orang yang telah menyentuh hidupnya dengan cara yang positif.

Langkah itu membantunya untuk lebih mengembangkan rasa penuh kasih dan welas asih di dunia. Ia menemukan kekuatan untuk memaafkan kesakitan dan kebencian di masa lalu. Pikiran sekarat Levine menemukan keberanian untuk berkomitmen penuh pada hidup –untuk mempercayai bahwa tidak ada yang bisa menyakitinya sekarang.

Bila Anda meminjam waktu untuk hidup, setiap menit akan diperhitungkan. Jika Anda bisa menciptakan makna yang lebih dalam hidup Anda, apa yang akan Anda lakukan? Lebih penting lagi, apa yang Anda tunggu?

http://intisari-online.com/read/meninjau-kembali-hidup-kita

Minggu, 21 Oktober 2012

Belajar ‘Mencari Nama’ dari Pram...

“Nama adalah bangunan atas hasil karyanya. Orang tak perlu mencari-carinya” - Pramoedya Ananta Toer

Banyak orang memimpikan agar diri mereka terkenal. Asa mereka agar setiap orang yang berpapasan dengannya di sudut jalan mengenal dan menyapa dirinya. Maka, sebagaian dari mereka berlomba-lomba untuk mencari nama agar dikenal. Terlebih bagi politisi atau public figure macam kini, mencari nama untuk popularitas adalah menu wajib.

Berbicara mengenai ‘mencari nama’ dan ingin menjadi terkenal, ada baiknya jika kita belajar dari guratan emosi sosok Pramoedya Ananta Toer lewat bukunya, Nyanyi Sunyi Seorang Bisu. Buku ini awalnya hanya berupa catatan harian Pram ketika menjalani masa hukuman penjara tanpa pengadilan di Pulau Buru.

Lama tak berjumpa dengan istri dan anaknya hampir 7 tahun, Pram mengisahkan romantika ketika ia mendapatkan sepucuk surat dari putrinya, Titiek. Surat yang Pram sebut sebagai ‘sertifikat dari seorang anak untuk ayah’ tersebut tertulis pada tanggal 9 Februari 1972, menggunakan mesin ketik sebelas jari sebanyak 4 lembar kuwarto, Pram-lah yang mengajari anak keempatnya tersebut menulis saat duduk di bangku kelas 3 SD.

Titiek bercerita dalam surat itu, kala ia mendaftarkan ke sekolah-sekolah baru, ia selalu mendapatkan pertanyaan awal, “Ini apa anak Pramoedya Ananta Toer?” Si anak sungguh merasa beruntung memiliki seorang ayah yang ternama. Bahkan ketika ia menginjak sekolah menengah farmasi, baru masuk sekolah 4 hari saja semua kawan-kawan dan guru-gurunya di sekolah sudah mengenalnya dan akhirnya ia ditunjuk menjadi wakil ketua kelas.

Ia pun lantas berkata, “Titiek sangat bangga mempunyai ayah seperti Ayahanda, Ayahanda adalah orang yang ternama. Cita-cita Titiek ingin mencari nama seperti Ayahanda,” ujarnya dalam surat.

Dalam surat balasan yang tak pernah tersampaikan pada anaknya (karena situasi Pulau Buru yang tak memungkinkan), Pram bercerita tentang nama. Pram merendah diri dengan mengatakan bahwa ia merasa tak memiliki kualitas yang baik seperti ketajaman pikiran, kekukuhan pendirian dan arena kejujuran yang setara dengan sosok ayahnya atau mertua Pram (Hadji Abdillah Thamrin) yang dianggap tenar pada masanya.

Pram menegaskan bahwa ia tak pernah mencari nama. Karena anaknya menganggap Pram punya nama lantaran kejadian di sekolah, maka nama itu tak lain adalah pemberian masyarakat. Nama tak perlu dicari, karena ia merupakan hadiah dari masyarakat atas apa yang kita lakukan.

“Nama bukan dicari, dia hanya imbalan. Kalau kau memberikan hasil kerjamu pada seseorang dan orang itu suka, engkau pun akan mendapat nama dari dia. Nama adalah produk sosial. Juga dibutuhkan ausdauer (daya tahan) untuk mempertahankan dan mengembangkannya. Nama adalah bangunan atas hasil karyanya. Orang tak perlu mencari-carinya,” tegas Pram.

Sekiranya jelas apa yang diungkapkan Pram terkait ‘mencari nama’ melalui catatan hariannya. Nama adalah konstruksi masyarakat atas tindakan yang kita lakukan. Sehingga apa yang kita lakukan, baik itu buruk maupun baik, akan melekat pada nama tersebut. Tentu Pram mendapat nama karena ia seorang penulis yang produktif meski beberapa karyanya ditentang oleh berbagai pihak.

Kita bisa belajar dari Pram, tak perlulah kita mencari nama dengan mengumbar sensasi. Cukup berkarya dan produktif sesuai dengan talenta masing-masing dengan maksimal, karena dari sanalah kita mendapat imbalan nama dari masyarakat atas ungkapan hasil karya kita.

http://intisari-online.com/read/belajar-mencari-nama-dari-pram

Rabu, 17 Oktober 2012

Membuat Anak Senang Menabung

Bagi orangtua yang memiliki anak-anak, pengenalan terhadap menabung sudah seharusnya dilaksanakan sejak awal dan dimulai dari lingkungan rumah. Ketika anak-anak dilingkupi banyak hal yang baik, maka si anak akan tumbuh menjadi individu positif dan memiliki persepsi yang positif akan berbagai kesempatan yang akan ditemui di masyarakat.

Berapa langkah di bawah ini dapat membantu dalam mendidik anak-anak kita untuk mulai menabung.

Belikan celengan

Langkah awal yang perlu dilakukan adalah membelikan anak-anak kita celengan. Selanjutnya, jangan biarkan celengan “bicara sendiri“ pada mereka, namun lakukan sosialisasi yang tiada henti mengenai manfaat menabung. Setiap mereka memiliki uang yang bisa disimpan, sarankan untuk segera dimasukkan ke dalam celengan.

Jangan lupa menetapkan tujuan menabung. Perlu pula ditetapkan batasan waktu kapan celengan itu akan dipecah untuk merealisasikan tujuan dari menabung. Bisa enam bulan atau satu tahun ke depan.

Karena anak-anak belum memiliki pendapatan, ada baiknya kita memberi ide yang akan mendatangkan uang. Misalnya, penghargaan atas prestasi tertentu atau memberikan uang jajan yang berhasil dihemat. Besarnya uang jajan yang ditabung diserahkan kepada masing-masing anak.

Membeli sesuatu dari hasil menabung

Berhasil membeli benda atau mainan yang sangat didambakan dari hasil menabung di celengan akan sangat memotivasi anak-anak kita untuk terus menabung. Penulis teringat masa kecil, saat dapat membeli sebuah sepeda dari hasil celengan selama satu tahun. Peristiwa itu membekas hingga saat ini, sehingga keinginan untuk menyisihkan sedikit pendapatan untuk ditabung tetap kuat. Kenangan ini yang akhirnya membuat penulis yakin, menabung dapat menghadirkan mimpi dan menjadikan kegiatan menabung sebagai kebiasaan yang terus berlangsung.

Membuka rekening

Setelah mengenal celengan sebagai alat bantu menabung, anak-anak perlu dikenalkan pada rekening tabungan. Dengan membuka rekening tabungan, anak-anak juga diperkenalkan pada transaksi perbankan. Menulis besar uang yang ditabung pada formulir yang disediakan bank dan menyetor uang akan membuat anak-anak tertarik untuk selalu menabung.

Saat ini banyak bank membuat tabungan anak-anak, selain bentuk buku tabungannya berwarna khas anak-anak, jenis tabungan ini juga tidak menarik biaya administrasi yang besar, bahkan tidak dikenakan sama sekali. Mungkin bank-bank di Indonesia perlu juga membuat counter khusus anak-anak, agar lebih banyak lagi anak-anak tertarik menabung.

Orangtua jadi teladan

Mengenalkan cara menabung dan kemudian menikmati hasil tabungan akan membuat anak-anak senang menabung. Namun, pendidikan akan lengkap tatkala orangtua menjadi panutan dalam menabung untuk menyelesaikan masalah keuangan keluarga. Jika anak dilahirkan dalam keluarga yang tidak mengenal langkah menabung, maka sulit baginya memahami perjuangan untuk menahan keinginan tertentu guna mencapai keinginan lain. Akan hadir anak-anak dengan pola pikir instant yang menghalalkan segala cara untuk menghadirkan impiannya. Untuk itu dibutuhkan teladan yang datangnya dari orangtua.(Intisari)

http://intisari-online.com/read/membuat-anak-senang-menabung

Selasa, 16 Oktober 2012

Pelajaran Dalam Diplomasi

Jika Anda harus berurusan dengan perilaku tidak bijaksana seseorang, Anda bisa menghargai potongan kisah dari komponis dan pianis besar, Franz Liszt berikut ini.

Musisi dan pemain musik ini pernah sekali dirinya bertentangan dengan anggota penting dari pendengarnya. Tsar Rusia, Nicholas I, masuk terlambat ke gedung saat konser Liszt berlangsung. Padahal, peraturan setiap konser musik biasanya sama, saat konser berlangsung tidak boleh ada yang keluar masuk ruangan atau tepuk tangan. Itu boleh dilakukan saat jeda. Setelah duduk pun, Tsar terus berbicara dengan anggota rombongannya.

Liszt menyadari bila Nicholas tidak punya niat untuk mengakhiri obrolannya. Akhirnya Liszt berhenti di tengah permainannya, dan menundukkan kepalanya.

Karena hening, Nicholas lantas mengirim salah satu ajudannya untuk mencari tahu mengapa pianis itu tidak lagi bermain.

“Musik sendiri pun harus diam ketika Nicholas berbicara,” jawab Liszt.

Setelah itu, Liszt dapat menyelesaikan resitalnya dengan perhatian penuh dari Tsar. (BP)

http://intisari-online.com/read/pelajaran-dalam-diplomasi-