Sabtu, 08 Desember 2012

7 Makanan Pereda Kemarahan

Saat akan mengalami perasaan marah, pasti segala sesuatu di depan mata kita terlihat salah dan akhirnya membuat kita sulit membuat keputusan bijaksana. Sebelum akhirnya kemarahan mengisi hati dan pikiran kita, cobalah ringankan dengan makanan seperti dilansir dari Care2 berikut ini.

1. Kentang panggang.

Kentang kukus atau kentang panggang bisa menjadi pereda kemarahan karena mengandung karbohidrat kompleks dan vitamin B yang ampuh untuk menurunkan stres dan tekanan darah.

2. Keju panggang.

Nikmati keju panggang yang meleleh di atas roti gandum. Kombinasi dari keduanya memberikan kalsium dan karbohidrat yang menyediakan energi sehingga suasana hati membaik.

3. Apel dan selai kacang.

Dapatkah keduanya dinikmati bersama-sama? Cobalah saat emosi sedang menguasai kita, karena rasanya yang lezat dapat membantu kita meredakan kemarahan.

4. Mi rebus.

Sajikan dengan sayuran dan selagi hangat. Mi rebus dari tepung gandum menyediakan karbohidrat dan protein. Saat menyantapnya, akan membuat kita melupakan kemarahan yang sedang kita rasakan.

5. Sup.

Selain mi rebus, makanan hangat yang harus kita makan saat marah adalah sup. Berbagai sayuran dalam sup mampu mengembalikan energi kita seperti biasa dan mengendalikan kemarahan yang kita rasakan.

6. Pisang.

Pilihlah pisang ketika merasa marah sedang menguasai kita. Kalium dan vitamin B kompleks membuat buah pisang sebagai buah antigalau.

7. Kenari.

Kenari kaya akan asam lemak Omega-3 yang dapat membuat kita melupakan kemarahan dan menjadi lebih bahagia.

Selain itu, cobalah saat kita sedang dikuasai oleh kemarahan, alihkan dengan aktivitas lain, seperti melakukan hobi atau berolahraga. (*)

http://intisari-online.com/read/7-makanan-pereda-kemarahan

Rabu, 05 Desember 2012

Perubahan Kecil Membuat Dunia Berbeda

Pernahkah Anda pikirkan perubahan sederhana pada rencana atau desain dapat membuat perubahan dalam jangka panjang? Ini adalah sebuah contoh.

Ada dua saudara yang sama-sama menjadi penulis lagu: Mildred dan Patty Hill. Mereka adalah juga tokoh pendidikan anak, yang menulis lagu pada tahun 1893. Mereka ingin membuat sebuah lagu yang mudah diingat dan dinyanyikan siswa TK setiap pagi. Meskipun jumlah yang dihasilkan memiliki melodi yang mudah diingat, liriknya tidak ada yang luar biasa.

Pada tahun 1935, lagu mereka muncul dalam pertunjukan Broadway. Ada sedikit penyesuaian pada lirik aselinya, perubahan yang pada akhirnya menciptakan sukses. Dengan menyesuaikan lirik dari “good morning to you” menjadi “happy birthday to you”, lagu tersebut mewakili seluruh kehidupan baru. Sejak itu, lagu ucapan sederhana dari Mildred dan Patty Hill, dikenal di seluruh dunia dan dinyanyikan berkali-kali di tempat-tempat yang tak terhitung jumlahnya setiap hari sepanjang tahun.

Mau tahu lagu apa itu? Ya, "Happy Birthday to You", atau disingkat "Happy Birthday".

Bagaimana perubahan kecil ini mencapai keajaiban tersebut? Ini hanyalah kombinasi yang baik untuk membuat sesuatu yang baru menggantikan sesuatu yang lama, dan mencampurnya dengan sedikit keberuntungan. (*)

http://intisari-online.com/read/perubahan-kecil-membuat-dunia-berbeda

Sabtu, 01 Desember 2012

10 Tips Agar Liburan Bebas Stres

Liburan kerap menjadi pilihan untuk menghilangkan stres setelah menjalani berbagai rutinitas. Sayangnya, kadang stres malah bertambah setelah berlibur. Lo!

Berikut 10 kiat untuk membantu Anda “melarikan diri” dari sakit kepala dan sakit hati dari perjalanan yang seharusnya memberik kesenangan. Fokusnya lebih pada perjalanan udara, namun secara prinsip dapat diterapkan di mana pun.

1. Pesan tiket seawal mungkin.

Buatlah rencana perjalanan seawal mungkin agar mendapat tiket yang lebih murah. Pilihlah jadwal pagi, karena lebih jarang tertunda dibanding jadwal yang lebih siang. Hindari perjalanan di waktu-waktu ramai seperti saat liburan panjang.

2. Manfaatkan gadget.

Sebelum meninggalkan rumah, pastikan semua perangkat elektronik yang akan dibawa sudah diisi berbagai file hiburan. Lagu-lagu, film atau video game yang Anda sertakan akan berguna untuk mengatasi perasaan jenuh atau stres saat perjalanan. Pastikan earphone yang sesuai, baterai cadangan serta pengisi daya terbawa.

3. Luangkan waktu lebih banyak.

Berangkatlah lebih awal dari rumah, misalnya menargetkan untuk tiba di bandara satu jam lebih awal dari waktu keberangkatan. Bayangkan Anda berjalan santai menyusuri bandara atau stasiun kereta, bukan berlari-lari di tengah keramaian sambil membawa barang bawaan. Ini juga berguna untuk menghindari overbooked flight.

4. Bawalah bawaan seringan mungkin.

Meski membawa tas yang besar, pertimbangkan cukup matang saat akan membawa oleh-oleh atau barang-barang yang tidak terlalu penting lainnya. Ini akan membantu mengurangi kerumitan saat menaruh barang di bagasi atau saat membawanya. Mengirimkan barang-barang tertentu secara terpisah atau membeli oleh-oleh secara online dapat menjadi pilihan.

5. Siapkan barang-barang yang akan diperiksa.

Saat perjalanan, terutama penerbangan, pastikan Anda telah mengatur barang bawaan sebelum memasuki pos pemeriksaan. Masukan kunci, uang, sabuk, telepon, dan perhiasan dalam satu kantung bawaan agar mudah diperiksa. Jika membawa anak-anak yang membawa mainan, pastikan Anda telah memberikan mereka pengertian bahwa bisa saja mainan tersebut akan diambil untuk sementara dengan tujuan pemeriksaan.

6. Siapkan diri untuk penundaan.

Mental harus selalu disiapkan untuk terjadinya penundaan atau dialihkannya rute perjalanan. Ini akan membantu Anda untuk mengurangi stres atau mencari tahu rencana cadangan. Jika tertunda lebih dari semalam, siapkan makanan dan pakaian ekstra untuk semua orang. Khusus untuk anak-anak, siapkan mainan kejutan saat anak mulai jenuh.

7. Tetap jaga asupan makanan.

Perut yang kosong kerap membuat pelancong menjadi rewel. Tentunya ini mudah menjadi pemicu untuk merasa bosan dan kesal. Jika maskapai penerbangan yang digunakan tidak dapat diandalkan untuk mengatasi rasa lapar, siapkanlah cemilan yang tidak lengket dan menyehatkan.

8. Ingat: yang lain juga mengalami stres.

Kesibukan yang terjadi di musim liburan mungkin tidak dapat dihindarkan. Tetapi masih ada cara untuk mengurangi tekanannya seperti menarik napas yang dalam serta berpikir positif. Ingatlah bahwa pelancong yang lain juga mungkin mengalami stres. Selain itu, ingatlah juga bahwa dengan marah-marah tidak akan membantu mengatasi masalah.

9. Jaga kesehatan.

Sakit selama liburan hanya akan membuat liburan seperti neraka. Terutama perjalanan di musim hujan yang mudah menyebabkan kita mudah terserang flu. Siapkan obat-obatan dan selalu mencuci tangan dengan gel pembunuh kuman. Bawalah pakaian hangat yang longgar agar dapat membuat badan tetap hangat.

10. “Taklukan jalan.”

Jika memilih jalur darat, pastikan persiapan sudah dilakukan untuk kondisi terburuk. Buatlah perjalanan menyenangkan dengan membawa berbagai perangkat hiburan. Berhentilah sesering mungkin untuk meregangkan badan, mengembalikan fokus, dan memberi setiap orang ruang. Lakukan pemeriksaan pada bagian rem, baterai, oli, serta tekanan ban. Siapkan juga perangkat pertolongan pertama bagi kendaraan. (WebMD)

http://intisari-online.com/read/10-tips-agar-liburan-bebas-stres

Jumat, 30 November 2012

Mesin Pembersih Bernama Taman

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan 14% wilayahnya menjadi ruang terbuka hijau (RTH) pada tahun 2010. Namun, niat baik ini dinilai berbagai pihak hanya sebagai program kosmetik dan tidak menyentuh persoalan lingkungan dan sosial. Padahal, kita bisa belajar dari beberapa taman kota di Eropa.

Konsep taman kota berubah seiring perubahan tata ekonomi dan politik. Sebagai contoh rancangan taman di masa Victoria (1837 - 1901). Filosofi yang mendasari rancangan taman pada masa itu adalah romantisme. Bahwa alam memiliki kekuatan untuk mengembalikan spirit manusia yang rusak oleh industri kapitalisme. Wujud fisik taman bergaya Victoria ini adalah sebuah taman yang dibatasi tanaman hijau yang tinggi dan lebat. Suasananya membuai yang duduk di dalamnya sehingga lupa bahwa mereka berada di kota industri yang berpolusi tinggi dan berwabah penyakit.

Generasi awal taman kota di Amerika Utara juga menggunakan elemen alam untuk menciptakan ruang-ruang sosial. Sayangnya, taman tidak menggunakan vegetasi dan karakter tanah di daerah asal. Danau, air terjun, dan sungai buatan dibangun dengan biaya perawatan tinggi.

Era pascafordisme (sistem sosial, perekonomian dan produksi di era akhir abad ke-20) diwarnai dengan kesadaran akan semakin rusaknya lingkungan. Pengadaan taman kota terutama bertujuan menghadirkan kualitas kehidupan kota. Maka perancangannya memperhatikan kekhususan lokasi, memanfaatkan vegetasi habitat setempat, serta menggunakan material lokal.

Liar

Taman kota di Eropa baru lahir dari kondisi turun drastisnya anggaran pemerintah. Taman kota dioperasikan dengan investasi swasta. Sedangkan pihak swasta hanya mau mengucurkan dana terbatas pada sarana rekreatif taman yang juga melahirkan keuntungan finansial. Hasilnya, taman dirancang tidak membutuhkan perawatan yang mahal. Sebagian besar tanaman pun dibiarkan tetap liar, siklus alam dijadikan perawatnya.

Keliaran taman bisa juga dimanfaatkan sebagai purifikasi tanah dan air yang terpolusi. Sebagai contoh taman Cultuurpark Westergasfabriek di Amsterdam, Belanda. Taman ini menghadirkan wetland yang merupakan habitat tumbuhan pemurni air kotor. Otomatis taman kota berfungsi sebagai “mesin pembersih” kota. Bandingkan jika harus menyediakan sarana konvensional pengolahan air limbah, berapa biayanya?

Daerah Ruhr di Jerman punya cerita lain. Dulu daerah ini merupakan darah tambang batubara dan baja yang kehilangan masa jayanya sejak 1950-an. Bagaimana caranya mengundang kembali datangnya modal dan penduduk yang pergi? Padahal lingkungan sudah rusak. Dengan melibatkan seluruh pemerintah kota di Ruhr, tercipta Program Emscher Landschaftspark 2010. Wujudnya berupa rantai hijau lintas kota. Konsep dasarnya, daerah Ruhr memandang persoalan ekonomi, sosial, dan ekologi sebagai suatu kesatuan.

Taman Kota Duisburg-Nord salah satu contohnya. Rel kereta barang dan cerobong asap tak perlu dimusnahkan; dibiarkan saja sebagai elemen taman, nanti ‘kan hancur sendiri oleh tanaman liar. Terdapat pula kanal khusus untuk air sungai yang tercemar, terpisah dari aliran air hujan yang relatif bersih. Air hasil purifikasi kemudian digunakan untuk fasilitas rekreatif. Dengan sendirinya biaya konstruksi taman dan fasilitas hiburan jauh berkurang.

Sama-sama untung

Di Milan, Italia, ada taman unik bernama Parco Nord. Taman ini bukan inisiatif pemerintah kota. Dulu masyarakat mendesak pemkot agar membeli tanah bekas kawasan industri seluas 250 hal untuk dijadikan ruang terbuka hijau. Lahan itu lalu dikembangkan sejak 1990. Sebagian besar dibiarkan ditumbuhi tanaman liar, lahan sisanya diberikan kepada beberapa komunitas untuk diolah menjadi kebun bunga dan sayuran. Pemkot bebas biaya perawatan, komunitas-komunitas masyarakat mendapatkan keuntungan.

Mengapa taman-taman kota di Jakarta tidak dimanfaatkan sedemikian rupa sehingga dapat berfungsi sebagai “mesin pembersih” kota, membantu masalah air dan sanitasi kota? Jika saja ada taman kota Jakarta yang memiliki wetland, dapat menampung air hujan, dan memperbaiki tata air Jakarta! Perawatannya tidak memerlukan biaya tinggi, kok. Apalagi sektor informal juga menjadi masalah besar di kota Jakarta, mengapa tidak melibatkan mereka dalam pertanian taman kota? (Prathiwi Widyatmi Putri –Intisari)

http://intisari-online.com/read/mesin-pembersih-bernama-taman

Rabu, 28 November 2012

Karier atau Calling?

Laiknya memilih jurusan sekolah, memilih profesi juga ada pertimbangannya. Febrina Melva Irene Siahaan, konsultan karier di konsultankarir.com,berujar, ada dua hal mendasar untuk memutuskan profesi mana yang akan kita ambil. Yakni, karier atau calling.

Karier, menurut kacamata Feby, sapaan Febrina, merupakan sesuatu yang diprioritaskan untuk pemenuhan “perut” atau harga diri yang lebih tinggi. Sementara calling adalah sesuatu yang berasal dari keinginan (desire) kita. Bagi mereka yang mengutamakan calling-nya, tidak terlalu memusingkan jumlah bayaran yang akan diterima. Ibaratnya, profesi yang dipilih adalah panggilan hati nurani.

Contoh kasusnya begini. Bila orang menerima profesi dengan gaji tinggi meskipun tak terlalu suka dengan profesi tersebut, artinya ia mengedepankan kariernya. Lain bila orang menerima tawaran profesi dengan gaji tak begitu tinggi tapi sesuai dengan panggilan hati, artinya ia memilih calling-nya.

Namun, orang yang mengutamakan karier seperti contoh tadi bukan berarti tak boleh. Soalnya, tiap orang punya alasan. Syukur-syukur, kata Feby, profesi yang kita pilih mencakup keduanya. Ya karier, ya calling. “Idealnya bisa dapat keduanya. Saya suka mengajar dan karier saya dosen. Jadi dosen adalah panggilan hati saya, meskipun gajinya tak besar,” cerita mantan wartawan Tempo ini.

Pemantapan memilih karier atau calling nyatanya tak semudah membalikkan telapak tangan. Ada banyak faktor. Misalnya lapangan kerja yang sempit. Kalau terlalu pemilih, yang ada malah tidak segera kerja. Belum lagi faktor tuntutan. Semisal orangtua yang punya banyak anak, gajinya hanya Rp1 juta, dan hidup di kota metropolitan. Tentu tak akan cukup.

“Kalau ada faktor tuntutan seperti itu, biasanya calling jadi nomor dua. Karierlah yang akan diutamakan,” jelas Feby. Banyaknya tuntutan, bahkan termasuk untuk biaya berobat misalnya, membuat orang akan cenderung memilih karier dengan percepatan tinggi. Alih-alih menyukai profesinya, kadang malah hanya “menyukai” uangnya.

Nah, bagaimana dengan Anda?

http://intisari-online.com/read/karier-atau-calling

Kamis, 22 November 2012

Jangan Merugikan Orang Lain

Tidak mungkin membantu orang lain tanpa membantu diri sendiri, atau merugikan orang lain tanpa merugikan dirinya sendiri.

Nasruddin sedang bersungut-sungut terhadap dirinya sendiri ketika kawannya bertanya apa yang ia risaukan.

Nasruddin berkata, “Ahmad yang goblok itu selalu menabok punggung saya setiap kali ia melihat saya. Maka hari ini saya menaruh satu dinamit di bawah jaket saya. Kalau kali ini ia menabok saya ia akan kehilangan tangannya!” (The Prayer of The Frog)

http://intisari-online.com/read/jangan-merugikan-orang-lain

Rabu, 21 November 2012

Tak Ada Waktu Untuk Ragu

Tahun 1927, Jacob, 24 tahun seorang petugas pemadam kebakaran Chicago, membuat keputusan secepat kilat yang akan menyelamatkan dua nyawa.

Kehidupan pertama yang ia selamatkan adalah Kris, seorang anak berusia 7 tahun. Saat Jacob mengevakuasi warga yang terjebak dalam gedung terbakar, ia merasakan seseorang masih di sana. Tiba-tiba seorang ibu muda menjerit. “Di mana Kris-ku?” Di luar akal sehatnya, Jacob kembali ke neraka panas itu dan berjuang melalui lorong menyala untuk menarik anak itu ke tempat yang lebih aman. Tapi itu hanyalah awal dari kisah mereka.

Selama 20 tahun kemudian, Jacob dan Kris menjadi teman dekat. Jacob memberikan bimbingan dan mengasihi Kris selayaknya seorang ayah karena Kris yatim, dan Kris tidak pernah lupa untuk mengunjungi Jacob setiap minggu di kantor pemadam kebakaran.

Lalu, kehidupan yang diselamatkan Jacob kedua kalinya? Dirinya sendiri. Pada awal tahun 1990-an, Jacob terkena diabetes dan akhirnya membutuhkan ginjal baru. Ketika Kris tahu, dia tidak ragu-ragu sedikitpun seperti yang telah Jacob lakukan saat kritis. “Saya punya dua ginjal, dan Anda bisa memilikinya satu.” Jacob berhasil –karena dia dan Kris tidak pernah ragu-ragu. Mereka masing-masing tahu kapan waktu yang tepat untuk bertindak.

http://intisari-online.com/read/tak-ada-waktu-untuk-ragu