Rabu, 27 November 2013

Mengusir Lelah Saat Bekerja

Ketika bekerja, kita sering mengalami kelelahan, baik bersifat fisik maupun psikologis. Dalam keadaan seperti itu, produktivitas bisa menurun. Nah, untuk mengusir rasa lelah tersebut, beberapa siasat berikut bisa dicoba.

1. Bersikap positif terhadap pekerjaan. Dalam bekerja hendaknya tetap memelihara antusiasme. Senangi apa yang Anda kerjakan dan kerjakan apa yang Anda senangi.

2. Bersantai sejenak. Gunakan waktu istirahat untuk rileks dan bersantai. Lakukan olah napas dengan menarik napas dalam-dalam untuk beberapa saat. Ini akan meningkatkan tenaga dan konsentrasi saat bekerja.

3. Nikmati humor dan tertawa. Bisa dengan membaca buku tentang humor atau anekdot, bisa pula dengan berkelakar bersama teman-teman sekerja. Humor dan tertawa dapat membangkitkan tenaga dan kebugaran. Akan lebih mudah menghadapi pekerjaan dengan senyum ketimbang dengan gerut.

4. Bekerja secara sistematis. Buatlah skala prioritas terhadap pekerjaan-pekerjaan yang harus diselesaikan. Ini akan membuat Anda tidak terburu-buru dalam bekerja.

5. Banyak minum air putih. Air putih dapat menimbulkan kesegaran dan memperlancar metabolisme tubuh.

6. Lakukan aktivitas fisik. Untuk mengendorkan otot-otot yang mulai kaku, lakukan gerakan badan atau senam ringan, di dalam atau di luar ruang kerja. Bila kantor Anda bertingkat, untuk naik-turun pilihlah menggunakan tangga ketimbang lift.

--

Artikel ini ditulis di Majalah Intisari edisi Juli 2002 dengan judul asli "Mengusir Kelelahan Saat Bekerja".

http://intisari-online.com/read/mengusir-lelah-saat-bekerja

Selasa, 17 September 2013

Mengapa Lampu Belakang Mobil Warnanya Merah?

Lampu belakang mobil atau stop lamp pasti berwarna merah. Mengapa tidak kuning, hijau, atau putih?

Pemilihan warna lampu di kenadraan mengcu pada Vienna Convention on Road Traffic (1949), sebuah konvensi tentang kendaraan di jalan raya. Aturan itu menyarankan warna merah pada lampu belakang demi keselamatan manusia terutama saat mengemudi pada malam hari.

Pada dasarnya mata normal manusia dapat menerima spektrum warna dengan panjang gelombang 400-700 nanometer (nm) tanpa merasa terganggu. Nah, berdasarkan penelitian, warna merah memiliki panjang gelombang paling panjang (630-760 nm) dibandingkan dengan warna lain. Walhasil, warna merah lebih mudah ditangkap mata manusia.

Warna putih tidak dipilih karena terlalu menyilaukan mata. Apalagi, mata manusia diketahui akan mengalami "kebutaan sesaat" (sekitar 3 detik) saat diterpa cahaya yang menyilaukan. Akibatnya justru malah dapat membahayakan pengendara di belakangnya.

Perbandingan panjang gelombang warna seperti ini:

Ungu: 380 –450 nm

Biru : 450 –495 nm

Hijau: 495 –570 nm

Kuning : 570 –590 nm

Jingga : 590 –620 nm

Merah : 620 –750 nm

http://intisari-online.com/read/mengapa-lampu-belakang-mobil-warnanya-merah

Selasa, 09 Juli 2013

Bekerja Saat Berlibur, Keamanan Perusahaan Terancam

Para atasan perlu lebih hati-hati dengan harapan mereka agar para karyawan mereka dapat tetap bekerja saat sedang berlibur. Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa pekerja mempertaruhkan keamanan perusahaan ketika mereka tetap bekerja saat liburan.

Tujuh puluh tujuh persen responden menyatakan mereka tidak terhubung dengan jaringan kantor saat mereka liburan. Namun, hal itu tidak menghentikan para pekerja untuk mengakses berkas kerja dari luar kantor.

Untuk melakukannya, 32 persen pekerja menyatakan mereka mengakses berkas kerja melalui layanan komputasi awan yang tidak aman seperti Dropbox, Google Drive atau Skydrive. Para pekerja juga mengambil informasi dan berkas kerja yang sensitif dengan membawa komputer kantor atau berkas bisnis saat liburan. Hanya 23 persen pekerja menyatakan mereka mengakses berkas melalui jaringan kantor mereka.

Prosedur keamanan yang kurang baik tersebut memiliki potensi untuk merusak perusahaan dengan berbagai cara, khususnya sejak 59 persen pekerja mengaku bekerja saat liburan. Seperti hilangnya berkas kerja atau bahkan bocornya berkas kerja hingga jatuh ke tangan kompetitor.

Teknologi menjadi alasan para pekerja untuk dapat lebih mudah bekerja saat liburan, sekaligus menjadi alasan mengapa masalah keamanan perlu diperhatikan. Ponsel pintar dan laptop pribadi merupakan dua perangkat paling populer yang digunakan pekerja saat liburan. Sabak elektronik dan komputer kerja kadang juga digunakan.

Menurut Todd Krautkremer, vice president of marketing di Pertino, perusahaan penyedia jasa komputasi awan yang melakukan penelitian ini, “Era informasi memang bisa membuat semua orang bisa bekerja baik dari sudut kantor ataupun dari pinggir pantai. Hal ini dapat menimbulkan kecemasan saat karyawan terputus dalam waktu yang lama dengan berkas kerjanya.” (LiveScience)

http://intisari-online.com/read/bekerja-saat-berlibur-keamanan-perusahaan-terancam

Pemimpin yang Stabil

Jika Anda ingin menjadi seorang pemimpin yang lebih stabil, perhatikanlah pilar-pilar stabilitas kepemimpinan berikut ini:

Keyakinan yang kuat.
Pemimpin yang stabil memiliki pikiran yang terbuka, namun mereka juga memiliki keyakinan dan prinsip-prinsip yang kuat. Meski mendengarkan orang lain, para pemimpin yang stabil tidak rentan untuk menjadi orang yang plin-plan. Nilai mereka mengarahkan tindakan mereka, bukan berdasarkan pengadilan opini publik.
Anda mungkin tidak selalu setuju dengan pemimpin yang stabil, namun Anda tidak akan pernah memiliki keraguan di mana mereka berada. Visi mereka selaras berdasarkan nilai-nilai yang jelas. Mereka memiliki karakter kuat untuk terus bertanggung jawab terhadap nilai lebih dari sekadar hasil pembentukan kepecayaan atau kebudayaan di kantor. Tujuan dan karyawan lebih penting dibandingkan proses dan hasil jangka pendek.

Bermain seperti berlatih.
Baik seorang CEO, pendidik, politikus, atau siapa pun itu, performa mereka selalu terkait dengan persiapan. Latihan, pengembangan diri dan belajar terus-menerus sepanjang hayat merupakan landasan dasar kepemimpinan yang stabil.

Memimpin dengan belas kasih.
Pemimpin yang paling stabil mengerti bahwa kesuksesan mereka berakar dalam perawatan dan kesejahteraan orang-orang yang dipimpinnya. Pemimpin yang stabil memiliki bias alami terhadap perilaku empati dan welas asih. Ketika orang yang Anda pimpin tahu Anda peduli, maka terciptalah suatu kepercayaan dan kestabilan yang tidak ditemui di diri para pemimpin yang tidak berperasaan.

Kebebasan untuk gagal.
Jika bawahan takut untuk berbuat salah, maka tidak akan pernah ada hasil kerja terbaik dari mereka. Pemimpin yang cerdas dapat membuat bawahannya merasa aman untuk berpikir besar, mengambil risiko dan mencoba sesuatu yang baru dan berbeda. (Forbes)

http://intisari-online.com/read/pemimpin-yang-stabil

Hadiah yang Membuat Karyawan Bekerja Keras

Adalah sebuah yang wajar jika pekerjaan yang baik memperoleh imbalan yang baik juga. Konsep penghargaan untuk karyawan terbaik sudah membudaya di beberapa perusahaan. Bahkan, menurut sebuah penelitian terbaru, bisnis yang berusaha mendorong produktivitas harus mempertimbangkan untuk mengaitkan gaji karyawan dengan kinerja perusahaan.

Penelitian yang dilakukan oleh perusahaan solusi tenaga kerja Kelly Services ini menemukan bahwa 40 persen dari karyawan merasa mereka akan lebih produktif jika memiliki pendapatan yang terkait dengan tujuan kinerja atau produktivitas tertentu.

Saat ini, hampir sepertiga perusahaan yang disurvei menggunakan sebuah sistem pembayaran berbasis performa untuk para karyawan mereka. Pembayaran berbasis kinerja mencakup semua pengaturan yakni sebuah elemen dari gaji total terkait pertemuan dengan target kinerja, melibatkan pembagian keuntungan, bonus kinerja, dan komisi penjualan.

Steve Armstrong, senior vice president dan general manager dari Kelly Sevices wilayah Amerika Serikat, menyatakan tren ini mencerminkan pengakuan secara luas bahwa organisasi dan individu menjadi sangat produktif ketika kepentingan dan pembayaran berbasis insentif berjalan selaras.

“Banyak sekali karyawan yang sangat percaya diri bahwa kemampuan mereka dapat membantu mereka bekerja dengan baik dan mereka ingin adanya kesempatan untuk mengaitkannya dengan kompensasi yang mereka peroleh,” tutur Armstrong.

Penelitian menemukan bahwa di antara karyawan profesional dan teknis, tingkat tertinggi dari pembayaran berbasis kinerja ada di bidang penjualan dan pemasaran. Sedangkan yang terendah ada di bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan. (BusinessNewsDaily)

http://intisari-online.com/read/hadiah-yang-membuat-karyawan-bekerja-keras

8 Alasan Tetap Bekerja Setelah Punya Anak

Kehidupan pekerjaan dan keluarga seharusnya tidak memerlukan konflik, mereka perlu hidup berdampingan. Salah satunya saat memiliki anak. Ini dia 8 alasan utama untuk tetap bekerja setelah memiliki bayi:

1. Anda akan menikmati pernikahan yang lebih menyenangkan.
Penelitian menunjukkan bahwa pasangan yang sama-sama bekerja memiliki kepuasan pernikahan yang lebih besar. Pernikahan akan lebih mungkin berkembang jika Anda memiliki sesuatu fokus di luar rumah dan lebih sedikit tekanan keuangan jika pulang ke rumah dengan membawa beberapa makanan.

2. Anda akan tetap merdeka secara finansial.
Seperti yang dijelaskan Leslie Bennets dalam bukunya The Feminine Mistake,lebih dari setengah pernikahan tradisional mengalami peristiwa pasangan laki-laki akan meninggal prematur, kehilangan pekerjaan, atau meninggalkan istrinya.

Ketika istri akhirnya harus bekerja, tidak ada jaring pengaman dan itu membahayakan seluruh kestabilan keuangan keluarga. Lebih lanjut, banyak wanita melaporkan kehilangan kekuatan finansial di rumah mereka ketika mereka meninggalkan pekerjaan.

3. Anda akan memiliki anak yang lebih kuat.
Terdapat bahaya besar saat kita menjadi overparenting,atau disebut juga helicopter parenting. Ketika Anda tinggal di rumah, Anda akan jauh lebih cenderung menjadi overparenting karena menjadi orangtua adalah fokus Anda satu-satunya. Seperti Michele Borba, seorang pakar, menjelaskan, “Jika kita terus seperti ini, anak kita akan sulit untuk memiliki kemandirian.”

4. Laba masa depan Anda akan aman.
Berdasarkan penelitian Sylvia Ann Hewlett, seorang wanita yang meninggalkan pekerjaan hanya untuk tiga tahun setelah melahirkan, menguras 37% dari rencana keuangan masa depan mereka.

5. Anda akan memperoleh pemenuhan pribadi.
Memiliki kepuasan pribadi dari sesuatu yang lain dari anak sangatlah penting utnuk menjadi orangtua yang hebat dan bahagia. Seperti otoritas pengasuh paling terkenal di Prancis, Pamela Druckerman jelaskan, “Jika seorang anak menjadi satu-satunya tujuan wanita, semua orang akan menderita, termasuk sang anak.”

6. Anda akan membawa isi dunia ke rumah.
Ketika Anda tinggal di rumah, dunia akan menyusut karena Anda dikelilingi wanita seperti Anda; ibu di usia yang sama, etnisitas dan status sosial-ekonomi yang sama akan tinggal bersama.

Dengan menjaga karier, Anda akan lebih berperan aktif di dunia dan memperluas perspektif yang bisa dibawa ke rumah. Saat bekerja, kontak dan teman diisi oleh laki-laki dan perempuan dengan berbagai latar belakang.

7. Anda akan mampu menjadi panutan.
Generasi masa depan dari wanita muda memerlukan model peran dari ibu yang bekerja untuk mendukung, menginspirasi dan membimbingnya. Peran model ini tentunya terjadi di rumah sendiri.

8. Anda akan lebih senang.
Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa ibu yang tinggal di rumah menderita tingkat depresi yang secara signifikan pada usia 40 tahun dibanding ibu yang bekerja. Sulit untuk memperoleh anak yang bahagia jika Anda juga menjadi ibu yang tidak bahagia. Seperti pepatah lama, ketika ibu tidak bahagia, maka tidak ada yang seorang pun bahagia. (Forbes)

http://intisari-online.com/read/8-alasan-tetap-bekerja-setelah-punya-anak-01

Menyikapi Email Atasan di Akhir Pekan

Lebih dari sepertiga pekerja menyatakan mereka kerap mendapat email (surel) dari atasan mereka di luar jam kerja.

Berdasarkan survei terbaru yang dilakukan oleh Right Management, divisi pegawai dari Manpower, 36 persen pekerja mendapat surel di luar jam kerja dari atasan mereka. Sekitar 9 persen menyatakan atasan mereka mengirim surel ketika mereka sedang berlibur dan 6 persen menyatakan mereka mendapat surel saat akhir pekan.

Apa yang harus pekerja lakukan terhadap rentetan surel seperti ini? Robert Hellmann, seorang career coach di Five O’Clock Club, sebuah perusahaan konsultan karier, menyatakan hal itu tergantung berbagai faktor.

Jika kita baru bekerja, lebih baik segera menjawab surel sesegera mungkin. “Jika Anda berada di posisi baru, Anda harus menjadi satu dengan pekerjaan, setidaknya untuk enam bulan pertama,” ujarnya. Dengan demikian, kita akan membangun reputasi yang baik.

Selanjutnya, refleksikan budaya perusahaan dan sifat alami dari permintaan atasan kita. Kebanyakan pekerja tahu surel mana yang perlu dijawab dengan segera. Salah satu coping mechanism yang dapat dilakukan adalah menunda menjawab untuk beberapa jam.

“Itu akan mengurangi tekanan,” ujar Hellmann. Bagaimanapun, jika kita melihat rekan kerja merupakan orang yang dengan cepat membalas surel, maka lebih baik kita melakukan hal yang sama.

Jika kita berencana untuk berada di daerah terpencil yang sulit mendapat akses surel, pastikan atasan tahu kapan kita akan sulit untuk dihubungi. Aturan yang sama juga untuk cuti keluarga atau liburan yang jauh: komunikasikan hal itu sebelum hari H.

Salah satu solusi untuk surel di akhir pekan adalah dengan tidak menjawabnya langsung. Buatlah draftnya terlebih dahulu di akhir pekan. Saat Senin pagi tiba, kita bisa langsung mengirimkannya. Hal ini dapat mengurangi tekanan pekerja. (Forbes)

http://intisari-online.com/read/menyikapi-email-atasan-di-akhir-pekan