Kamis, 30 Mei 2013

Tips Mencuci Buah dan Sayuran

Vitamin dan nutrisi yang berasal dari buah-buahan dan sayuran dapat hilang jika kita melakukan hal-hal yang salah dalam proses pencucian dan pemasakan. Bakteri yang menempel pada sayuran dan buah-buahan harus dibersihkan dengan mencucinya. Kita harus memperlakukan sayuran dan buah-buahan dengan benar sebelum dikonsumsi.

Berikut ini beberapa saran untuk membersihkan sayuran.

Bersih.
Selain bahan makanan, pastikan peralatan juga bersih, seperti pisau dan talenan. Jangan lupa juga untuk mencuci tangan dengan sabun.

Jaga tetap segar.
Agar sayuran tidak disimpan terlalu lama, belilah produk yang segar dan tidak disimpan lebih dari lima hari.

Cuci sebelum digunakan.
Cuci terlalu dini kemudian disimpan dalam waktu lama akan mengakibatkan pertumbuhan bakteri dan pembusukan. Jadi, cucilah sayuran atau buah saat akan digunakan.

Bilas dengan air mengalir.
Cara terbaik untuk mengurangi jumlah mikroorganisme adalah dengan mencucinya di air mengalir.

Beberapa jenis buah dan sayuran memiliki cara tersendiri untuk membuatnya bersih:

Apel.
Dengan mencuci dan menggosok untuk menghilangkan lilin pengawet.

Berri dan anggur.
Bilas dengan lembut di bawah air mengalir. Jangan biarkan buah direndam dalam air, karena dapat menghancurkannya.

Herbal.
Rendam dalam mangkuk dan aduk sebentar dalam air dingin, lalu keringkan dengan handuk kertas.

Sayuran berdaun hijau.
Rendam sayuran dalam mangkuk air dingin selama beberapa menit. Jika khawatir terkontaminasi dengan bakteri, tambahkan secangkir cuka putih dan bilas. Kemudian tiriskan.

Melon.
Sikat kulit melon dengan sikat gigi bekas yang lembut dan gosok secara menyeluruh di bawah aliran air sebelum dipotong.

Jamur.
Gunakan kain lembut atau sikat berbulu lembut untuk menggosok dan kemudian bersihkan dengan handuk kertas untuk menghilangkan kotoran.

Peach dan buah lunak lainnya.
Cuci di bawah air mengalir dan keringkan dengan handuk kertas.

Sayuran berumbi.
Setelah mengupas akar sayuran, seperti wortel, kentang, dan bit, bersihkan dengan bulu sikat dalam air suam-suam kuku.

Sayuran dan buah-buahan yang bersih akan membuat nutrisi di dalamnya tetap terjaga dan membunuh bakteri jahat. (rd)

http://intisari-online.com/read/tips-mencuci-buah-dan-sayuran

Jumat, 24 Mei 2013

5 Cara Mengelola Amarah di Kantor

Kantor merupakan tempat yang mudah memicu seorang marah, mulai dari deadline atau menyelesaikan suatu proyek besar. Namun, karyawan tetap harus mampu menjaga kepala mereka tetap dingin atau berbagai masalah dapat muncul.

Untuk mengatasinya, Joseph Shrand, instruktur psikiatri di Harvard Medical Schooland, memberikan beberapa kiat agar para pekerja dapat mengelola amarahnya:

Kenali kemarahan.
Jadilah orang yang menyadari skala kemarahan sendiri. Dengan mengetahui dan menyadarinya, kita juga dapat membantu rekan kerja atau bahkan atasan yang sedang marah.

Orang lain juga iri.
Jika iri menjadi bagian yang membuat kita marah, secepat mungkin buatlah daftar hal-hal apa saja membuat orang lain cemburu pada posisi kita sekarang. Bukan tidak mungkin sebenarnya orang lain juga merasakan hal yang sama.

Kelola rasa curiga.
Jika seseorang cemburu pada kita, kita mungkin menjadi curiga bahwa mereka mencoba mengambil apa yang kita miliki. Tapi lagi-lagi, bukan tidak mungkin mereka juga memiliki perasaan yang sama. Alangkah lebih baik kita mulai mengenali bagaimana kita dan rekan kerja dapat bekerja sama, bukannya bertentangan.

Buatlah proyek perdamaian.
Ini adalah awal dari kerjasama. Dari pada cemburu atau curiga, kita dapat melakukan hal yang ingin orang lain lakukan. Lakukan kontak mata dan mendengarkan apa yang mereka harus katakan. Ingatkan juga mereka tentang nilai mereka di perusahaan.

Libatkan empati.
Setiap orang ingin merasa dihargai oleh orang lain. Dengan menunjukkan kita peduli mengapa seseorang marah, kita telah mengirim pesan bahwa mereka berharga dan mereka tidak perlu iri atau curiga dengan peran kita di kantor. (BusinessNewsDaily)

http://intisari-online.com/read/5-cara-mengelola-amarah-di-kantor

Mitos Besar Seputar Kewirausahaan

Saat ini wirausaha dinilai sebagai cara untuk mendapatkan uang dengan cepat sekaligus membuat seseorang jadi bebas karena tidak harus disuruh-suruh atasan seperti saat kerja di kantor.

Meski demikian, pengusaha juga kadang membawa sifat-sifat yang mungkin dapat merugikan prospek jangka panjang mereka. Delapan puluh lima persen pemilik bisnis percaya bahwa mereka kompetitif di bisnis mereka. Setengah pengusaha percaya juga bahwa karyawan mereka lebih produktif dibanding kompetitor mereka. Keangkuhan tersebut dapat membantu sekaligus merugikan pengusaha.

Menurut Jonathan Raymond, CEO dari perusahaan pelatihan bisnis EMyth, menjalankan bisnis kecil itu sulit sementara waktu terus berjalan. Pemilik perlu membuktikan mereka dapat dipercaya dengan membuat panduan yang jelas tentang apa yang harus dilakukan pada situasi-situasi unik.

Berdasarkan data dari Small Business Administration di Amerika Serikat, hanya 50 persen dari pebisnis baru yang bertahan dalam lima tahun pertama dan hanya sepertiga yang bertahan lebih dari 10 tahun.

Suatu penelitian menunjukkan bahwa satu cara terbaik dalam bisnis untuk memastikan kesuksesa mereka dengan membuat dan mematuhi visi-misi yang telah ditentukan. Para peneliti menemukan bahwa 85 persen perusahaan menulis visi-misi mereka dan 70 persen perusahaan menggunakan visi-misi tersebut saat merekrut pegawai.

Penentuan visi-misi ini bertujuan untuk memastikan nilai-nilai yang mereka bangun akan bertahan di perusahaan mereka. Sayangnya meski perusahaan sudah membuat tujuan yang jelas, para pengusaha melaporkan hanya 44 persen dari karyawan yang mematuhi nilai-nilai tersebut secara efektif

Penelitian ini berdasarkan suvei terhadap lebih dari 1.700 pemilik bisnis di seluruh dunia sebagai bagian dari laporan 2013 State of the Business Owner yang dibuat oleh EMyth. (BusinessNewsDaily)

http://intisari-online.com/read/mitos-besar-seputar-kewirausahaan

5 Kesalahan Saat Negosiasi Gaji

“Calon karyawan yang menyiapkan dirinya untuk melakukan negosiasi gaji biasanya cenderung lebih sukses dalam proses tersebut,” ujar Donna Farrugia, executive director dari The Creative Group berdasarkan penelitian yang dilakukan lembaganya.

Penelitian, yang didasari survei terhadap 375 eksekutif pemasaran dari perusahan-perusahaan yang memiliki lebih dari 100 karyawan serta 125 eksekutif periklanan dari agensi dengan lebih dari 20 karyawan ini menemukan, ada lima kesalahan umum yang kerap terjadi saat negosiasi gaji, yaitu:

1. Menunjukkan ketidaksiapannya.
Sebelum negosiasi gaji, kita harus mengetahui kondisi terkena terkait gaji pada posisi yang kita incar, serta lokasi kantor tersebut. Pelajari dengan baik tren gaji terbaru.

2. Bermain “game”.
Menyesatkan calon majikan mengenai gaji saat ini atau adanya tawaran kerja lain dalam upaya untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi kerap kali menjadi bumerang. Jujurlah tentang situasi saat itu.

3. Berbicara tentang dirinya sendiri.
Jangan memasukkan motivasi pribadi seperti ingin membeli mobil baru atau rumah yang lebih bagus sebagai dasar dalam negosiasi untuk memperoleh gaji yang lebih tinggi. Lebih baik berbicara tentang apa yang bisa kita berikan pada perusahaan.

4. Melihat uang sebagai objek satu-satunya.
Gaji hanyalah satu faktor dalam bekerja. Keuntungan lainnya dapat diperoleh bukan dalam bentuk uang seperti kesempatan melanjutkan kuliah atau perkembangan karier yang cepat.

5. Menggambar garis di pasir.
Memberi ultimatim terlalu awal dan menciptakan permusuhan, bukan mencari titik temu, dalam proses negosiasi bisa menyebabkan negosiasi gagal. Perilaku kita juga menjadi pertimbangan perusahaan merekrut kita. (BusinessNewsDaily)

http://intisari-online.com/read/5-kesalahan-saat-negosiasi-gaji

Mencegah Pencurian Uang Perusahaan

Sebuah perusahaan konsultan keamanan di Amerika Serikat, Marquet International, melakukan penelitian tentang pencurian uang oleh karyawan di beberapa perusahaan di Amerika Serikat. Ternyata ditemukan adanya peningkatan jumlah pencurian uang oleh karyawan sebesar 11 persen pada tahun 2012 dibanding tahun 2011.

Untuk itu Marquet International memberikan beberapa strategi pencegahan pencurian uang perusahaan oleh karyawan:

- Jangan izinkan satu orang karyawan mengakses semua aspek keuangan di perusahaan.
- Pastikan terdapat pembagian kerja di setiap divisi di departemen keuangan.
- Secara reguler, lakukanlah rotasi tanggung jawab di bagian pembukuan.
- Pastikan karyawan di bidang pembukuan mengambil cuti dan liburan. Penggelapan kerap terjadi karena jarang atau tidak adanya liburan.
- Jangan izinkan karyawan di bidang pembukuan membawa pekerjaan mereka ke rumah.
- Pastikan cek dengan jumlah nominal tertentu memerlukan tanda tangan dua pihak.
- Periksa pembatalan cek secara reguler. Salah satu metode penggelapan yang umum melibatkan pemalsuan cek. Metode lainnya adalah dengan memberikan cek pada penjual pribadi mereka. Jagalah cek yang digunakan dalam tempat yang terkunci.
- Pastikan semua cek, nota dan faktur pembelian diberi nomor secara berurutan dan diperiksa apabila ada yang hilang.
- Lakukanlah audit, baik secara reguler maupun acak. Pemilik harus mengambil alih pendekatan manajemen dengan secara fisik menyisihkan waktu dengan departemen pembukuan.
- Kenalilah dengan baik pemasok perusahaan Anda. Penggelap sering membuat pemasok palsu dan memberikan faktur pembelian palsu.
- Periksalah catatan penggajian secara teratur. Beberapa penggelap menerbitkan sendiri gaji ekstra dan bonus melalui sistem penggajian.
- Selidiki keluhan pelanggan dan penjual sesegera mungkin. Jika penjual tidak dibayar sesuai yang diharapkan, ini mungkin menjadi tanda adanya cek pembayaran yang dialihkan.

Mungkin strategi di atas bisa diterapkan di instansi pemerintahan di Indonesia. (BusinessNewsDaily)

http://intisari-online.com/read/mencegah-pencurian-uang-perusahaan

'Usir' Uban dengan Biji Pepaya

Uban adalah rambut yang berubah warna menjadi abu-abu kemudian putih. Rambut asli orang Indonesia pada umumnya berwarna hitam atau gelap karena kadar melanin yang lebih tinggi. Saat rambut berubah menjadi putih dan menjadi uban, terjadi proses perubahan kadar melanin.

Timbulnya uban biasanya terkait dengan usia dan kemampuan tubuh untuk memproduksi melanin. Makanya, uban biasanya mulai timbul pada usia 40 tahun ke atas. Akan tetapi uban dapat muncul pada usia lebih muda karena adanya faktor genetis.

Ada juga wanita yang terkena uban sebelum tua. Hal ini bisa disebabkan oleh faktor keturunan dan tentu saja sangat mengganggu. Kalau sudah begini, pelarian paling cepat dan segera adalah dengan menggunakan cat rambut. Sayangnya, menggunakan pewarna rambut kimia pun bisa membahayakan kecantikan alami rambut.

Namun kita tak perlu khawatir, karena ada berbagai cara alami untuk mengatasi masalah uban. Salah satunya memanfaatkan biji pepaya.

Berikut ini cara menggunakan biji pepaya sebagai "obat" uban.

1. Biji pepaya disangrai, lalu ditumbuk hingga halus.
2. Campurkan bubuk biji pepaya tadi dengan minyak kelapa.
3. Oleskan pada rambut, sambil melakukan pemijatan selama beberapa saat. Diamkan kurang lebih selama dua jam.

Lakukan perawatan ini secara berulang agar dapat menghasilkan rambut tampak indah dan sehat. (berbagai sumber)

http://intisari-online.com/read/usir-uban-dengan-biji-pepaya

Senin, 20 Mei 2013

Tanda-tanda Karyawan Akan Mencuri Uang Perusahaan

Memiliki karyawan yang tidak pernah berlibur atau sering membawa pekerjaan ke rumah? Berhati-hatilah karena menurut penelitian terbaru, dua perilaku tersebut termasuk dalam beberapa tanda karyawan yang mungkin mencuri uang perusahaan.

Menurut perusahaan konsultan keamanan Marquet International, di Amerika Serikat, pencurian uang perusahaan oleh karyawan melonjak pada 2012, yaitu 528 kasus penggelapan uang dengan jumlah lebih besar dari AS$100.000. Jumlah tersebut lebih besar 11 persen dibanding tahun 2011 dan menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Rata-rata uang yang dicuri sekitar AS$1,4 juta, dengan dua per tiga pencuri merupakan karyawan yang bekerja di bagian keuangan, pembukuan, dan posisi akuntansi. Sebagian besar skema pencurian dengan cara mengeluarkan cek perusahaan palsu atau tidak sah.

Hampir 60 persen karyawan yang mencuri adalah perempuan. Namun, jika karyawan pria yang melakukan pencurian, maka rata-rata besarnya uang yang dicuri mencapai tiga kali lipat dari rata-rata uang yang dicuri karyawan wanita. Sebagian besar dari mereka mengaku mencuri dengan alasan berjudi.

Christopher T. Marquet, CEO dari Marquet International, menyatakan bahwa dirinya memperkirakan kembali terjadinya lonjakan angka pencurian uang perusahaan oleh karyawan pada beberapa tahun ke depan. Hal ini mengacu pada perekonomian Amerika Serikat yang diperkirakan akan tetap bermasalah.

Data-data dalam penelitian ini berasal dari sebuah analisis dari kasus-kasus individu pencurian uang oleh pegawai di Amerika Serikat dengan jumlah uang yang digelapkan minimal AS$100.000.

Bagaimana dengan Indonesia? Jadi teringat kasus dua pegawai pajak terbaru. (BusinessNewsDaily)

http://intisari-online.com/read/tanda-tanda-karyawan-akan-mencuri-uang-perusahaan