Tampilkan postingan dengan label tips menjadi pengusaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tips menjadi pengusaha. Tampilkan semua postingan

Selasa, 04 Juni 2013

Berbisnis Bikin Tubuh Jadi Sehat

Mau sehat dan sudah malas kerja kantoran? Sebuah hasil penelitian terbaru ini layak Anda lirik. Menjalankan profesi sebagai pengusaha memberikan dampak positif bagi kesehatan tubuh. Begitu sebuah penelitian yang dilakukan Bank of America. Tercatat bahwa kesehatan lebih dari separuh pemilik usaha kecil meningkat karena berbisnis.

Hal ini terjadi terutama pada pengusaha muda. Sekitar 72% pengusaha kelahiran 1980-an dan 1990-an mengatakan, kesehatan pribadi mereka lebih baik sejak menjalankan perusahaan mereka. Pemilik usaha kecil mengungkapkan sejumlah faktor yang meningkatkan kesehatan mereka, yaitu 35% rajin berolahraga, sementara 29% makan makanan sehat. Selain itu, sekitar setengah dari responden yang disurvei memiliki waktu tidur antara tujuh sampai depalan jam setiap malam.

Penelitian menunjukkan, banyak pemilik usaha kecil yang mencoba untuk mengimbau penerapan pola hidup sehat kepada karyawannya. Hampir setengah dari responden yang diteliti menerapkan pola kerja yang lebih fleksibel kepada para karyawan yaitu dengan memberi kesempatan bekerja dari rumah. Sedangkan lebih dari 30% responden menawarkan fasilitas tambahan di tempat kerja, seperti makanan ringan yang sehat dan pijat untuk karyawan. Langkah lain para pengusaha adalah berkontribusi pada kesehatan dan kebahagiaan karyawan mereka termasuk memberikan layanan diskon pembelian barang, mengadakan kegiatan team-building,dan bakti sosial.

Meskipun kesehatan pribadi membaik, para pemilik usaha kecil tetap tidak terlepas dari stres. Toh sebagian besar dari pemilik usaha kecil optimis pada masa depan. Lebih dari setengah responden mengatakan, mereka memperkirakan pendapatan meningkat pada tahun ini. Sekitar 31% berencana mempekerjakan lebih banyak karyawan.

Selain itu, lebih dari dua pertiga responden percaya bahwa mereka memiliki cukup akses sebagai modal untuk mengembangkan bisnis mereka. Hasil penelitian ini merupakan hasil survei kepada 1.300 pemilik usaha kecil di seluruh Amerika Serikat. (BusinessNewsDaily)

http://intisari-online.com/read/berbisnis-bikin-tubuh-jadi-sehat

Senin, 03 Juni 2013

Perempuan Mampu Seimbangkan Karier dan Kehidupan

Bagi perempuan, karier dan kehidupan pribadi bisa berjalan selaras. Banyak laporan mengungkapkan bahwa perempuan yang sibuk bekerja juga bisa mengurus keluarga dengan baik.

Penelitian yang dilakukan oleh Citi, menyurvei tentang sikap perempuan di tempat kerja, menemukan hasil bahwa perempuan tidak percaya mitos mereka tidak bisa memiliki waktu seimbang dalam mengelola pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Hampir 95% perempuan percaya bahwa mereka dapat mencapai segala sesuatu yang mereka inginkan di tempat kerja dan di rumah. Selain itu, 63% perempuan mengatakan, mereka mereka memiliki keseimbangan dalam mengelola pekerjaan dan keluarga, meskipun 42% perempuan berharap bisa lebih sering bekerja dari rumah.

Perempuan bekerja merupakan langkah menuju kesetaraan pendapatan. Ada 75% perempuan yang mengatakan, mereka adalah pencari nafkah utama dan mendapatkan penghasilan yang sama seperti pasangan mereka. Sedangkan, 97% perempuan mengatakan, mereka adalah pembuat keputusan utama untuk keuangan keluarga atau berbagi tanggung jawab itu dengan pasangan mereka.

Meskipun perempuan yang disurvei umumnya memiliki keseimbangan yang baik antara kehidupan dan pekerjaan, namun mereka juga mempunyai sejumlah keluhan tentang karier. Yang paling menonjol dari keluhan itu adalah politik di tempat kerja dan peran mereka di kantor. Untuk itu, hanya 38% perempuan percaya bahwa mereka akan menjadi pemimpin di perusahaan. Kurangnya kesempatan dan tidak tertarik menjadi pegawai cukup lama agar dipromosikan adalah dua alasan utama perempuan tidak percaya bisa jadi pemimpin di perusahaan.

"Hasil survei menggambarkan bagaimana perempuan tidak hanya melihat ke arah kepemimpinan di perusahaan. Mereka lebih fokus pada diri sendiri, keluarga, dan karier dengan mengeksplorasi pilihan baru untuk kemajuan diri mereka sendiri," kata Descano, direktur dan kepala kemitraan digital di Citi serta presiden dan CEO dari Women & Co, sumber daya keuangan personal bagi perempuan.

Penelitian yang melibatkan 954 anggota profesional perempuan di LinkedIn ini juga menunjukkan bahwa kecenderungan perempuan pindah ke perusahaan lain meningkat. Lebih dari separuh responden, yang lahir di tahun 1980-an dan 1990-an, mengatakan mereka memandang bisa bekerja di perusahaan lain atau dalam industri yang berbeda dalam 10 tahun. Sementara hanya 24% perempuan usia lebih dari 35 tahun mengatakan mereka memandang diri mereka hanya pindah ke perusahaan lain.

"Survei ini benar-benar memperkuat apa yang telah kita dengar selama setahun terakhir bahwa perempuan profesional bergairah terhadap pekerjaan, keluarga, dan pertumbuhan pribadi mereka," kata Jacky Carter, manajer komunitas LinkedIn untuk jaringan perempuan profesional. (BusinessNewsDaily)

http://intisari-online.com/read/perempuan-mampu-seimbangkan-karier-dan-kehidupan-pribadi

Mengoptimalkan Karyawan Gila Kerja

Workaholics alias gila kerja sering menampilkan manfaat sekaligus kerugian bagi perusahaan. Namun dengan manajemen yang baik, perusahaan dapat meminimalisasi efek negatif dan memaksimalkan sisi positif karyawan gila kerja.

Dengan kata lain, perusahaan dapat memaksimalkan usaha dan kemauan bekerja dari karyawan gila kerja sekaligus mampu mengurangi ketegangan dan kelelahan yang biasanya muncul di diri mereka.

Kunci untuk memaksimalkan potensi para gila kerja ini adalah dengan menyediakan mereka sumberdaya yang mereka perlukan. Menyediakan akses untuk urusan pribadi, waktu istirahat, perlengkapan, serta dukungan sosial saat bekerja diketahui memiliki sejumlah efek positif.

Dengan cara tersebut, mereka bisa meraih kepuasan kerja yang lebih tinggi, juga merasakan pentingnya kerja dan pemenuhan karier. Di sisi lain, hal-hal negatif seperti kelelahan, pengucilan, dan frustasi saat bekerja juga dapat ditekan sehingga pekerja tidak ragu mengerahkan segenap sumber daya yang mereka miliki.

Sebagai tambahan, manajer juga harus menjalin komunikasi yang baik dengan karyawan untuk mengetahui bagaimana mereka ingin dipimpin. Para peneliti juga menyarankan para manajer untuk lebih memberikan ekspektasi yang realistis kepada para karyawan gila kerja untuk memaksimalkan kelebihan mereka.

Maklum, meski bersemangat, ketika mereka mulai merasa kelelahan, performa mereka menurun. Begitu juga dengan hasil kerja. Di titik ekstrim, kelelahan dan tekanan bisa juga menyebabkan kematian karyawan gila kerja.

Penelitian oleh Wayne Hochwarter dari Jim Moran Professor of Business Administration di Florida State’s College of Business menemukan bahwa 60 persen dari 400 pekerja profesional dan administrasi yang diteliti dalam penelitian ini menganggap diri mereka gila kerja. (BusinessNewsDaily)

http://intisari-online.com/read/mengoptimalkan-karyawan-gila-kerja

Boleh Memiliki Utang, Asal …

Berutang bukanlah hal yang diharamkan. Malah sangat dibolehkan. Tentunya asal kita mampu memanfaatkannya dengan baik. Itulah kurang lebih rangkuman dari salah satu tulisan Eko P. Pratomo dalam 50 Financial Freedom.

Pada dasarnya, menurut Eko, seseorang berutang karena uang yang dia miliki, baik gaji maupun tabungan, tidak dapat memenuhi berbagai kebutuhan yang memerlukan dana besar. Apalagi untuk kebutuhan-kebutuhan utama seperti rumah dan kendaraan. Dengan penghasilan yang terbatas, sulit rasanya memiliki rumah dan mobil tanpa berutang.

Namun, kita perlu bijak dalam berutang. Salah satunya memenuhi syarat-syarat berikut agar kita bisa memanfaatkan utang dengan baik:

1. Pastikan utang yang kita miliki digunakan untuk tujuan produktif, bukan konsumtif. Contohnya utang untuk membeli rumah untuk tempat tinggal, kendaraan untuk bekerja atau modal untuk usaha.
2. Pastikan pengasilan bulanan yang kita miliki jumlahnya minimal tiga kali lipat dari total cicilan utang. Meski tidak sampai 100%, hal ini bisa menjamin kita melunasi utang.
3. Pastikan bahwa besarnya penghasilan bulanan, setelah dikurangi cicilan utang bulanan masih mampu untuk memenuhi kebutuhan hidup yang rutin dikeluarkan setiap bulannya.
4. Pastikan kita memiliki asuransi jiwa yang mampu menanggung total utang kita. Tujuannya cukup jelas, jika sewaktu-waktu kita meninggal, maka keluarga dan ahli waris kita tidak akan terbebani oleh utang tersebut.
5. Pastikan besarnya utang yang kita miliki tidak melebihi total seluruh aset kekayaan yang kita miliki. Hal ini untuk menjamin kita tidak harus menjual seluruh aset yang kita miliki jika kita sudah tidak sanggup lagi membayar cicilan utang.

http://intisari-online.com/read/boleh-memiliki-utang-asal-

4 Kebohongan Karyawan

Banyak karyawan yang meyakini bahwa sedikit kebohongan putih tidak akan menyakiti siapa pun. Meski sikap saling percaya itu penting, namun penting juga untuk membangun kewaspadaan pada kebohongan karyawan pada hal-hal berikut ini:

Ide-ide.

Katsi Elster, pelatih sekaligus presiden perusahaan konsultan manajemen K Squared Enterprises menyatakan “Karyawan kerap memberitahu atasannya saat dia memperoleh gagasan cemerlang untuk proyek berikutnya, padahal ide tersebut sebenarnya datang dari rekan kerjanya.”
“Banyak orang yang mengakui ide-ide orang lain sambil berharap orang yang memiliki ide tersebut tidak mengetahuinya,” ujar Elster.

Membenci atasannya.

“Jarang sekali ada karyawan yang mau memberitahu manajemen bahwa dirinya tidak suka dengan atasannya atau dia merasa atasannya itu brengsek,” tutur Asher Adelman, pendiri dan CEO eBossWatch. Padahal ini dapat memberikan efek destruktif pada keseluruhan organisasi, salah satunya dalam bantuk pergantian karyawan yang begitu cepat.

Laporan pekerjaan.

Karyawan di bidang pemasaran secara reguler berbohong tentang jumlah pelanggan potensial yang dia hubungi. Hal itu disampaikan oleh Leslye Schumacher, analis bakat dan konsultan manajemen dari TalentQ.
“Jarang sekali ada manajer pemasaran memiliki waktu untuk melakukan cross check pada laporan para karyawan mereka, padahal banyak dari karyawannya memberi laporan seperti membuat ‘tugas menulis kreatif’,’” jelas Schumacher.

Mencari pekerjaan baru.

Greg Szymasnki, pakar sumber daya manusia dari Geonerco Management, menyatakan karyawan sering menyembunyikan kebenaran ketika ditanya apakah ada rekan kerjanya yang sedang mencari pekerjaan baru. Hingga suatu saat ada karyawan yang benar-benar pindah, atasan hanya bisa berujar “Mengapa tidak ada yang memberitahu saya?” (BusinessNewsDaily)

http://intisari-online.com/read/4-kebohongan-karyawan

Senin, 29 April 2013

Setelah 2 Tahun, 70% Pekerja Pindah Perusahaan

Menurut penelitian yang dilakukan Experience.com, 70% pekerja di seluruh dunia meninggalkan pekerjaan pertamanya dalam kurun waktu dua tahun semenjak mereka bergabung dengan perusahaan pertama tersebut. Sedangkan dalam penelitian yang dilakukan oleh Pew Research ditemukan enam dari 10 penduduk dunia yang berusia 20-an tahun mengubah kariernya minimal satu kali.

Bahkan berdasarkan temuan Jon Sargent, ekonom dari Biro Data Statistik Departemen Tenaga Kerja AS, sebelum berusia 32 tahun, seseorang biasanya pernah berganti pekerjaan sebanyak delapan kali.

Di Indonesia sendiri, berdasarkan penelitian yang dilakukan AON Hewitt, pada tahun 2011, sebanyak 16,11% dari seluruh karyawan di Indonesia beralih profesi. Jumlahnya masih lebih rendah dengan rata-rata dunia, yaitu 19,1%. Padahal dalam penelitian yang dilakukan oleh Watson Wyatt, konsultan sumber daya manusia, diketahui bahwa karyawan di Indonesia cenderung memiliki sifat mendua.

Penelitian yang bertema WorkIndonesia 2004/2005 ini menunjukkan bahwa meski hampir 85% karyawan merasa bangga dengan perusahaan tempat dia bekerja dan 80% karyawan merasa yakin akan keberhasilan perusahaannya di masa mendatang, ternyata hanya 35 % dari seluruh karyawan yang diteliti bersedia bertahan di perusahaan tersebut.

Angka tersebut bisa dibilang rendah apabila dibandingkan dengan tingkat loyalitas karyawan di Asia Pasifik yang mencapai angka 57%. Kondisi inilah yang mendukung karyawan di Indonesia untuk menjadi kutu loncat.

Apa itu kutu loncat? Sila simak dalam artikel selanjutnya.

http://intisari-online.com/read/setelah-2-tahun-70-pekerja-pindah-perusahaan-