Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kesehatan. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Oktober 2012

Meningkatkan Kinerja Otak

Pekerja kantoran sering kali menunda makan dengan alasan sibuk. Padahal, kebiasaan macam itu tak cuma buruk bagi tubuh, tapi juga bagi otak. Otot-otot tubuh akan lemas kalau terlambat mendapatkan energi dari makanan. Otak pun demikian. Maka, asupan makanan yang cukup kualitas dan kuantitasnya juga diperlukan oleh otak.

Untuk meningkatkan kinerja otak, dr. Daniel G. Amen, penulis buku Making a Good Brain Great Here,memberikan tujuh tips berikut.

1. Tingkatkan asupan air. Ingat, otak kita tersusun atas 80% air. Dehidrasi ringan saja dapat meningkatkan produksi hormon stres yang dapat merusak otak kita.

2. Batasi asupan kalori. Penelitian pada hewan dan manusia mengindikasikan bahwa diet dengan kalori terbatas baik bagi otak dan memperpanjang usia. Makan dalam jumlah lebih sedikit dapat memicu mekanisme tertentu di dalam tubuh untuk meningkatkan produksi nerve growth factors,yang bermanfaat bagi otak.

3. Konsumsilah ikan, minyak ikan, dan DHA, salah satu bentuk asam lemak omega-3. Penelitian dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa diet yang kaya asam lemak omega-3 membantu meningkatkan keseimbangan emosional dan mood yang sehat, mungkin karena DHA merupakan komponen utama dari deretan dendrit otak.

4. Konsumsilah makanan sumber antioksidan (vitmain E dan C). Sejumlah penelitian telah menunjukkan bahwa asupan antioksidan dari buah dan sayur secara signifikan mengurangi penurunan kemampuan kognitif kita.

5. Konsumsilah protein, lemak baik, dan karbohidrat dalam porsi seimbang. Karenanya, pada setiap makanan atau camilan cobalah untuk mendapatkan protein, karbohidrat, dan lemak dalam keadaan seimbang.

6. Masukkan 24 bahan pangan sehat dalam diet harian Anda. Bahan-bahan pangan tersebut meliputi: sumber protein (ikan: salmon, tuna, makerel, hering; unggas: kalkun –tanpa kulit; daging merah: sapi dan babi; telur; tahu dan produk olahan kedelai; susu dan produk olahannnya; biji-bijian; garbanzo beans dan lentil: kacang-kacangan; karbohidrat kompleks (berry-berryan : blueberry, raspberry, stroberi, blackberry; jeruk; cherry; buah persik; brokoli; gandum; lada merah dan kuning; labu; bayam; tomat; ubi jalar), lemak (avokad; minyak zaitun; buah zaitun), serta cairan (air, teh hijau atau hitam). 7. Konsumsilah camilan rendah kalori.

Dengan demikian, tubuh Anda tetap sehat demikian juga dengan otak Anda. (Intisari)

http://intisari-online.com/read/meningkatkan-kinerja-otak

Jumat, 21 September 2012

Acara Favorit Bikin Pikiran Segar

Menonton siaran ulang acara televisi favorit ternyata bisa menolong kita mengatasi tugas yang sulit. Caranya, ia membantu mengembalikan kontrol dan kemauan diri kita. Itulah penelitian terbaru seperti dilansir dari livescience.com.

Jaye Derrick, seorang ilmuwan di Buffalo Research Institute on Addictions menjelaskan bahwa kondisi mental seperti kehilangan semangat dan pengendalian diri bisa saja mendera kita sewaktu-waktu. Namun, beberapa kegiatan semacam menonton tayangan ulang acara favorit bisa mempercepat pemulihan.

"Ketika Anda menonton tayangan ulang acara favorit, Anda biasanya tidak harus menggunakan setiap waktu dan upaya untuk mengontrol apa yang Anda pikirkan, katakan, atau lakukan," kata Derrick. "Anda tidak mengerahkan energi mental yang diperlukan untuk pengendalian diri atau kemauan. Pada saat yang sama, Anda menikmati 'interaksi' Anda dengan karakter acara TV. Dan kegiatan ini mengembalikan energi Anda."

Dalam salah satu penelitian yang dilakukan Derrick, sekelompok peserta membuat catatan harian tentang tugas sulit mereka, konsumsi media, dan tingkat energi. Hasilnya terungkap bahwa para peserta cenderung mencari tayangan ulang dari acara televisi favorit mereka, atau meninjau kembali film atau buku favorit bila mereka harus melakukan tugas-tugas sulit di siang hari.

Di bagian lain dari penelitian, peserta harus menyelesaikan tugas, baik yang perlu konsentrasi atau tugas kurang terstruktur yang tidak memerlukan begitu banyak usaha. Kemudian, setengah dari peserta menulis tentang acara TV favorit mereka, sementara yang lain mencantumkannya di kamar. "Tapi, menonton apa pun di televisi tidak memberikan manfaat yang sama," kata Derrick. "Dan mungkin yang mengejutkan, menonton episode baru dari acara televisi favorit untuk pertama kalinya tidak memberikan manfaat yang sama," ujar Derrick.

Nah, bagaimana dengan Anda?

http://intisari-online.com/read/acara-favorit-bikin-pikiran-segar